Ribuan Rumah Kena Banjir Rob di Indramayu, Air Capai 1 Meter, Pemerintah Diminta Tangani Serius
Banjir rob yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Indramayu semakin parah, Selasa (12/1/2021).
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Banjir rob yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Indramayu semakin parah, Selasa (12/1/2021). Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Waminuddin mengatakan, banjir tersebut melanda tiga desa sekaligus.
Meliputi Desa Eretan Wetan, Desa Eretan Kulon, dan Desa Kertawinangun di Kecamatan Kandanghaur.
Baca juga: VIDEO-Sejumlah Kampung di Baleendah Kabupaten Bandung Tergenang Banjir, Mesin Mati Motor Didorong
Baca juga: Anggota TNI Berpangkat Serda Menangis Buka Baju Anaknya di Depan Kantor Polisi, Ini yang Terjadi
"Pagi ini banjir mencapai 1 meter," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
Waminuddin menyampaikan, ada ribuan rumah yang terdampak banjir, termasuk bangunan sekolah, dan rumah ibadah.
Baca juga: 3 Rumah di Desa Bunder Purwakarta Terendam Banjir, Warga Sebut Gara-gara Ini
Baca juga: Hingga Siang Ini Sudah 56 Kantong Berisi Body Part Korban Sriwijaya Air yang Dikirim ke RS Polri
Banjir tersebut banyak memasuki rumah warga.
Banjir rob yang melanda kawasan setempat, diketahui selalu terjadi setiap hari sejak awal tahun 2021.
Baca juga: Datang Lebih Besar, Banjir Rob Terjang 3 Desa di Kawasan Pesisir Kabupaten Indramayu
Baca juga: Tempat Wisata di Lembang Diijinkan Buka Selama PPKM, Ada Sekitar 66 Obyek Wisata
Warga meminta agar adanya penanganan serius dari pemerintah daerah untuk menanggulangi bencana banjir rob tersebut.
Banjir rob ini diketahui muncul setiap pukul 06.00 WIB dan surut pada pukul 11.00 WIB. Namun, kejadiannya selalu berulang setiap hari.
Baca juga: Setiap Hari Banjir Rob Rendam Pemukiman Warga di Eretan Indramayu, Sudah Hampir Setengah Bulan
Baca juga: Ini Bagaimana Sih, Sukabumi Laksanakan PPKM Kok Malah Ada Balapan Motor dan Pasar Malam
"Waktu saya kecil, banjir itu setahun sekali, sekarang setiap hari. Ada aliran yang mampet, dulu gak ada bendungan eretan jarang banjir," ujar salah seorang warga Ulli Nunu (35)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir-sudah-setinggi-satu-meter-di-indramayu.jpg)