Breaking News:

Longsor di Sumedang

Masih Ada 27 Korban Hilang di Longsor Cimanggung, 47 Personel Basarnas Hari Ini Lanjutkan Pencarian

Jumlah tersebut didapatkan dari polisi serta pihak keluarga yang melaporkan kehilangan saat kejadian longsor.

hilman kamaludin/tribun jabar
Tim SAR saat melakukan evakuasi material longsor di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Basarnas masih mencari 27 korban yang hilang dalam longsor tersebut. 

Menantu Ukar, Amih (40) mengatakan, saat itu Ukar ditemukan dalam posisi terlentang dan sekujur tubuhnya tertimbun tanah di sekitar rumahnya.

Baca juga: Longsor Cimanggung, 13 Orang Tewas dan 14 Rumah Hancur, Ridwan Kamil; Lokasi Tak Layak Huni

"Kurang lebih ditemukan 5 jam setelah kejadian," ujarnya saat ditemui di Puskesmas Sawah Dadap, Minggu (10/1/2021).

Ia mengatakan, kejadian Ukar tertimbun longsor setelah menjalankan Salat Magrib.

Saat itu, dia ingin melihat kejadian longsor tersebut karena ada saudara yang tertimbun.

"Mau lihat lokasi sambil mau bantu saudara yang tertimbun. Kalau saudara, anaknya ditemukan dengan waktu 2 jam. Tapi saat itu ada longsor susulan," kata Amih.

Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil Kunjungi Lokasi Longsor Sumedang, Minta Evakuasi Warga sebab Retakan Masih Ada

Akibat kejadian tersebut, kata Amih, Ukar mengalami luka pada bagian kaki, tangan, punggung, dan kepala.

Namun, saat ini kondisinya sudah mulai stabil.

"Sekarang stabil, saya sudah tenang lihatnya juga," ucapnya.

Baca juga: Kondisi Lereng Longsor di Cimanggung Tak Layak Dijadikan Perumahan, Bupati Akan Kaji Perizinan

Hingga saat ini, Amih tak henti-hentinya bersyukur karena meskipun mertuanya tertimbun longsor, tetapi bisa selamat dalam kejadian tersebut.

"Ini rahasia Allah, kalau musibah kaya gini kan gak ada yang tahu," katanya.

Korban Tewas Longsor Cimanggu Jadi 13 Orang

Tim SAR Gabungan  kembali menemukan 2 korban meninggal dunia yang tertimbun longsor di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Apa Penyebab Longsor di Cimanggung? Lahan Terbuka Tanpa Vegetasi Berakar Kuat, Ini Penjelasan PVMBG

Korban yang belum diketahui indentitasnya itu ditemukan sekitar pukul 13:00 WIB.

Sehingga, total korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut menjadi 13 orang.

"Tim SAR Gabungan temukan 2 korban longsor lainnya dalam keadaan meninggal dunia. Total hingga pukul 13:00 WIB Korban meninggal 13 orang," ujar Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah melalui pesan singkat.

Ia mengatakan, pada Pukul 09:30 WIB tim SAR Gabungan menemukan korban meninggal dunia laki laki dan korban kedua pada pukul 12:55 WIB berjenis kelamin laki laki.

Sebelumnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, hingga pagi hari ada 11 orang yang ditemukan meninggal dunia akibat kejadian longsor tersebut.

"Ini sebuah keprihatinan dan duka cita yang sangat mendalam, terutama korban jiwa. Saat ini, sudah ada 11 orang yang ditemukan meninggal," ujarnya saat meninjau lokasi longsor.

Dony mengatakan, evakuasi korban yang belum ditemukan dilakukan petugas gabungan hingga dini hari hingga akhirnya beberapa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Kemungkinan masih banyak yang tertimbun, pencarian korban kembali dilanjutkan sejak pukul 09:00 WIB oleh TNI/Polri, Basarnas, BPBD, hingga Satpol PP, mudah-mudahan bisa secepatnya ditemukan," kata Dony.

Kronologi Kejadian

Bencana alam longsor terjadi di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 03/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021).

Berdasarkan laporan wartawan TribunJabar.id, longsor terjadi dua kali.

Longsor pertama yang dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, longsor susulan terjadi pada pukul 19.30 WIB.

Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Sumedang, sampai Minggu (10/1/2021) dini hari, jumlah korban meninggal dunia mencapai 11 orang, lalu jumlah korban luka mencapai 18 jiwa.

Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban meninggal.

Mereka meninggal dalam longsor susulan.

"Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespons longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/1/2021).

Wartawan TribunJabar.id telah melihat lokasi longsor tersebut.

Berdasarkan pantuan di lokasi, Minggu (10/1/2021), tanah longsor di tebing setinggi 20 meter dan lebar 40 meter membuat 14 rumah warga rusak berat.

Baca juga: Detik-detik Longsor di Cimanggung Sumedang, Terdengar Suara Gemuruh, Ada Korban Sekeluarga Tertimbun

Sejumlah rumah bahkan masih tertimbun oleh material longsor tesebut.

Asep (40), warga sekitar, menceritakan detik-detik peristiwa longsor yang terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Dia mengatakan, ketika itu cuaca sedang hujan deras.

Tiba-tiba, longsor pun menerjang belasan rumah.

Warga mendengar suara gemuruh yang cukup keras.

"Saat itu warga yang berada di lokasi berlarian keluar kompleks," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Lebih lanjut Asep menjelaskan, sebagian warga sedang berada di dalam rumah.

Dari sejumlah warga itu, ada sebagian yang berhasil menyelamatkan diri, ada juga yang langsung terjebak hingga tertimbun.

Baca juga: Pencarian Korban Longsor Dilanjutkan, Bupati Sumedang; Kemungkinan Masih Banyak yang Tertimbun

"Wilayah terjadinya longsor memang bertepatan di lereng terbing, dan itu merupakan kompleks perumahan yang sudah banyak dihuni banyak warga," ujar Asep.

Menurut Asep, longsoran yang pertama menimpa kompleks yang baru saja dibangun.

Material longsoran terus merambah ke lokasi yang ada di bawahnya.

"Yang miris lagi ada satu keluarga yang tertimbun dan sampai saat ini belum ditemukan," katanya.

Sampai Minggu (10/1/2021), petugas gabungan masih berupaya melakukan pencarian korban yang belum ditemukan.

Petugas tampak menggunakan berat karena material longsor cukup tebal.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, peristiwa bencana longsir itu menjadi sebuah keprihatinan dan duka mendalam.

"Saat ini, sudah ada 11 orang yang ditemukan meninggal. Kemungkinan masih banyak yang tertimbun, pencarian korban kembali dilanjutkan sejak pukul 09.00 WIB oleh TNI/Polri, Basarnas, BPBD, hingga Satpol PP, mudah-mudahan bisa secepatnya ditemukan," kata Dony.

Petugas saat menyingkirkan material longsor menggunakan alat berat di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 03/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/1/2021).
Petugas saat menyingkirkan material longsor menggunakan alat berat di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 03/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/1/2021). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Sumedang Termasuk Wilayah dengan Potensi Bahaya Tanah Longsor

Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi.

Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektare.

Dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada Minggu (10/1) dan esok harinya, Kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir.

Sedangkan wilayah Provinsi Jawa Barat, terpantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Baca juga: Longsor Cimanggung, 11 Tewas, 8 Masih Dicari, Danramil dan Staf Basarnas Ikut Tertimbun

BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang.

Persiapan diri sendiri, keluarga dan komunitas sangat dibutuhkan sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari sedini mungkin, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Menyikapi puncak musim hujan pada Januari hingga Februari, BNPB telah mengingatkan BPBD Provinsi untuk melakukan upaya peringatan dini dan kesiapsiagaan, khususnya di BPBD kabupaten dan kota.

BNPB menyurati Badan BPBD di 34 provinsi untuk terus berkoordinasi dengan BPBD di tingkat kabupaten dan kota. Peringatan dini dan kesiapsiagaan ini didasari data prakiraan potensi banjir dan longsor pada Januari 2021 dari BMKG, yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR, BIG dan PVMBG. (TribunJabar.id/Hilman Kamaludin dan M Syarif Abdussalam)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved