Breaking News:

Pemerintah Kembali Instruksikan Soal PSBB, Wali Kota Sukabumi Pilih Langkah Ini,

Kemungkinanan PSBB yang dibelakukan pemerintah pusat tersebut akan disesesui dengan keadaan dan kondisi disetiap daerah masing-masing

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Walikota sukabumi 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat terkait pemeberlakukan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) se Jawa dan Bali.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengungkapkan pihaknya saat ini masi menunggu surat resmi dari pemerintah pusat pemeberlakukan PSBB di Kabupaten/Kota di Jawa Bali.

Baca juga: Pembatasan Sosial Kembali Diberlakukan di Bandung Raya, Termasuk WFH, Ini Kata Ridwan Kamil

Baca juga: Status Banjir di Indramayu Dinaikkan Jadi Darurat, Plt Bupati: Untuk Makan Saja Mereka Tak Bisa

"Saya sudah mendengar kabar itu dari beberapa media elektronik. Namun untuk secara resminya kita belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat," kata Fahmi saat di wawancarai di Balai Kota, Rabu (6/1/2021).

Namun dalam pemeberlakukan PSBB se Jawa dan Bali tersebut lanjut dia, tentunya ada sejumlah persyatan-persyatan lainnya, apabila Kota/Kabupaten memiliki kriteria tertentu.

Baca juga: Ini Daftar Vaksin Covid-19 yang akan Disuntikkan kepada Warga Indonesia, dari Sinovac sampai Pfizer

Baca juga: Klaster Penularan Covid-19 Unsika Bertambah Jadi 40, Satgas Kecewa Kampus Tidak Lakukan Hal Ini

"Kemungkinanan pemberlakukan PSBB yang dibelakukan pemerintah pusat tersebut akan disesesui dengan keadaan dan kondisi disetiap daerah masing-masing," katanya.

Ia mengungkapkan, untuk lebih jelas dalam pemeriapan PSBB tersebut, pihaknya masih menunggu arahan dan surat resmi dari pemerintah pusat yang mulai diberlakukan pekan depan.

Baca juga: Dua Terduga Teroris Ditembak Mati di Makassar, Polisi Bilang Jaringan Jamaah Ansharut Daulah

Baca juga: Ironis, Ada Satu Kampung di Jawa Barat yang Tak Pernah Mendengar Adzan

"Jadi initinya kita masih menunggu surat resmi dan arahan selanjutnya dari pemerintah pusat terkait pemberlakuan PSBB yang mulai diberlakukan pekan depan," ucapnya.

Sementara itu, bradasarkan data yang diperoleh dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi. Saat ini zonasi Kota Sukabumi berubah semula berstatus oranye atau risiko sedang kini jadi masuk di zona kuning atau risiko rendah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved