Breaking News:

Manfaat Vaksin Covid-19 Jauh Lebih Besar, Soal Efek Samping, Ini Kata Prof Kusnandi Rusmil

Vaksin covid-19 sinovac telah melalui berbagai tahapan uji klinis karena itu harus dipahami bahwa manfaat dari vaksin jauh lebih besar

Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi vaksin Covid-19- Vaksin covid-19 sinovac telah melalui berbagai tahapan uji klinis secara komprehensif karena itu harus dipahami bahwa manfaat dari vaksin jauh lebih besar daripada efek sampingnya. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Beredarnya beragam informasi yang menyebutkan bahwa kandungan vaksin covid-19 sinovac yang telah tiba di tanah air, dan segera di suntikan kepada sejumlah masyarakat dalam waktu dekat, mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh manusia seperti boraks, merkuri, dan unsur lainnya. 

Kondisi ini pun kekhawatiran di masyarakat khususnya, mereka yang akan menjalani penyuntikan vaksin covid-19 tahap pertama.

Hal itu pun segera di bantah oleh Ketua tim riset uji klinis vaksin covid-19 Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Kusnandi Rusmil.

Menurutnya, vaksin covid-19 yang akan dipergunakan dalam waktu dekat ini, merupakan senyawa zat yang sengaja di buat dari mikroorganisme atau bakteri yang sama untuk membentuk zat antibodi dan meningkatkan imunitas dari pasien yang disuntikkan vaksin tersebut.

Baca juga: Seribu Puskesmas dan 90 Rumah Sakit Siap Melaksanakan Vaksinasi Covid-19 di Jabar

"Jadi vaksin itu adalah zat yang sengaja kita buat dari mikroorganisme berupa kuman yang kita tunjuk. Maka untuk vaksin covid-19 itu, kumannya itu sudah kita ambil dari orang yang sakit (pasien covid-19), setelah itu diambil antibodinya dan dibikinlah vaksin tersebut, maka vaksin itulah yang akan diberikan," ujarnya dalam sambutannya dalam konferensi internasional Tackling The Covid-19 Pandemic : Health, Economic, Diplomatic, and Social Perpective yang digelar IKA Unpad secara daring, Senin (4/1/2021).

Prof. Kusnandi mengatakan, adapun tujuan disuntikkannya vaksin tersebut, agar dalam tubuh subjek yang vaksin, dapat membentuk antibodi secara alami.

Sehingga bila penyakit itu menyerang, yang bersangkutan telah memiliki imunitas yang cukup dan tidak  memberikan dampak gejala yang fatal.

Baca juga: Hasil Riset Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 Sinovac Akan Diumumkan, Begini Laporan Hasilnya Nanti

Ia menjelaskan, vaksin covid-19 sinovac telah melalui berbagai tahapan uji klinis secara komprehensif, uji klinis fase pertama dilakukan di Wuhan, China sebagai lokasi yang diketahui tempat ditemukannya wabah penyakit Covid-19.

Pada fase pertama tersebut, melibatkan sekitar 80-100 orang pasien yang bersedia menjalani proses uji coba dari vaksin covid-19, dan hasilnya dinyatakan vaksin tersebut, aman dan tidak mengalami gejala apapun selama masa observasi pasien.

"Uji coba vaksin fase dua pun dilakukan di Wuhan kepada sekitar 400 orang, hasilnya pun dinyatakan aman dan tidak terjadi hal yang menakutkan. Belajar dari pengalaman tersebut, maka uji klinis fase ketiga pun kita ditawarkan oleh Sinovac, bekerjasama dengan PT. Bio Farma dan Unpad. Setelah berkomunikasi dengan Ibu Rektor Unpad (Prof. Rina Inidastuti) serta mendapatkan izin restu, maka saya lakukan sebaik-baiknya," ucapnya.

Baca juga: 4.039 Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Kota Sukabumi, Ini Jadwal Pemberian untuk Tenaga Kesehatan

Maka untuk penyuntikan vaksin covid-19 Sinovac fase ketiga lanjutnya, dilakukan di Bandung kepada 1620 subjek penelitian di Indonesia dari 1800an orang yang di lakukan penjaringan, termasuk melalui tahapan  pemeriksaan kesehatan berupa rapid tes dan swab tes. 

"Dari 1800an orang yang mengikuti skreening pemeriksaan, ternyata yang memenuhi persyaratan hanya 1732 orang. Dari jumlah itu, 1620 subjek penelitian telah kami lakukan penyuntikan vaksin tahap pertama. Kemudian, saat dilakukan penyuntikan vaksin tahap kedua, yang hadir hanya 1603 orang, sisanya (17 orang) tidak hadir karena beragam alasan, mulai dari pindah tugas kantor, sakit, dan sebagainya," ujarnya.

Baca juga: Besok 38 Ribu Dosis Vaksin Sinovac untuk Jawa Barat Tiba, untukTenaga Kesehatan, Kapan Vaksinasinya?

Dari hasil observasi subjek penelitian yang telah melaksanakan penyuntikan vaksin covid-19 sejak enam bulan lalu, hanya ditemukan berbagai kasus gangguan kesehatan ringan dari dampak vaksinasi yang dialami subjek penelitian tersebut.

Dari hasil observasi selama enam bulan, dampak yang ditimbulkannya vaksin tersebut hanya 20 persen yang mengalami gejala panas atau demam ringan, bahkan dampak tersebut mampu sembuh sendiri tanpa subjek penelitian mengakses fasilitas layanan kesehatan

"Jadi selama ini, itu (vaksin) dari aspek keamanan saya katakan cukup baik, tapi dari efektivitas dan imunogenitas itu sedang dalam penelitian, jadi belum selesai. Nanti akhir Januari saya akan lakukan interim report kepada Ibu Rektor untuk dilaporkan kepada PT. Bio Farma, dimana selama enam bulan ini uji klinis vaksin berjalan baik dan tidak terjadi apa-apa," ujarnya.

Baca juga: Sensitif Pada Perubahan Suhu, Ini Cara Pendistribusian Vaksin Covid-19, Command Center Siap Pantau

Oleh karena itu, Ia menegaskan bahwa isu negatif yang beredar terkait vaksin covid-19 Sinovac itu tidak benar, apalagi Indonesia sudah biasa menghadapi berbagai jenis vaksin, salah satunya imunisasi bagi balita.

"Harus dipahami bersama, bahwa manfaat dari vaksin jauh lebih besar dari efek sampingnya. Maka saya mohon sekali lagi dan di camkan bahwa memang akan ada efek samping, tapi efek samping tersebut tidak menyebabkan hal-hal yang merugikan," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, Bambang Herianto, memberikan klarifikasinya terkait informasi hoaks terkait vaksin covid-19 yang beredar di masyarakat tersebut.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sudah Ada di Bandung, BaTotal 3 Jutagaimana Tahapan Selanjutnya? Ini Kata Menkes

Bambang menjelaskan, vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang akan digunakan mengandung bahan antara lain virus yang sudah dimatikan (atau inactivated virus) dan tidak mengandung sama sekali virus hidup atau yang dilemahkan.

Ini merupakan metode paling umum dalam pembuatan vaksin.

Adapun kandungan bahan selanjutnya adalah, Alumunium Hidroksida yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan vaksin.

Ada pula Larutan fosfat sebagai penstabil (Stabilizer), dan larutan garam Natrium Klorida untuk memberikan kenyamanan dalam penyuntikan.

Baca juga: Lansia Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Indonesia

“Vaksin Covid-19 buatan Sinovac juga tidak mengandung bahan seperti boraks, formalin, merkuri, serta tidak mengandung pengawet.

Selain itu, vaksin yang akan digunakan di masyarakat telah melalui tahapan pengembangan dan serangkaian uji yang ketat, sehingga terjamin kualitas, keamanan dan efektifitasnya di bawah pengawasan BPOM serta memenuhi standar internasional,” ujarnya melalui keterangan pers, Minggu (3/1/2021). 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved