Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Lansia Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Indonesia

Para lansia dipastikan akan mendapatkan kesempatan pertama undapatkan vaksin Covid-19 setelah para tenaga kesehatan (nakes) dan petugas publik.

dokumentasi tribun jabar
Mobile Rapid Test Gratis kepada kelompok Lansia di Panti Jompo Muhammadiyah Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUN JABAR.ID, JAKARTA - Warga lanjut usia (lansia) dipastikan akan mendapatkan kesempatan pertama undapatkan vaksin Covid-19 setelah para tenaga kesehatan (nakes) dan petugas publik.

Kebijakan ini diambil pemerintah setelah mereka berkonsultasi dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (Itagi). Itagi adalah badan independen yang memberikan advice atau masukan kepada Menteri Kesehatan terkait dengan program vaksinasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 1,3 nakes yang rencananya akan mendapatkan kesempatan pertama menerima vaksin. Ke 1,3 juta nakes itu tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

"Tahap kedua kita berikan ke petugas publik. Ini sekitar 17,4 juta orang," ujar Budi Gunadi, seperti dikutip dari Tribunnetwork, Rabu (30/12/2020).

Untuk para lansia, kata Budi, ada 21,5 juta yang rencananya akan mendapatkan vaksin. Usia para lansia ini di atas 60 tahun. Setelah itu, vaksin baru akan diberikan kepada masyarakat umum.

Budi mengatakan, bukan tanpa alasan para nakes mendapat kesempatan pertama mendapatkan vaksin Covid-19. Menurutnya, para nakes ini adalah garda terdepan, orang-orang yang paling penting di masa pandemi krisis Covid-19.

"Jadi apa yang kita lakukan pertama kali konsisten dengan yang dilakukan di Inggris, Amerika, semua negara bahwa tenaga kesehatan merupakan prioritas pertama yang akan kita vaksin," katanya.

Untuk tahapan kedua, kebijakan setiap negara menurutnya berbeda-beda. Ada yang mengurutkannya berdasarkan umur dan ada juga berdasarkan aktivitas pekerjaan.

"Di kita public workers dulu. Mengapa? Karena memang kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku untuk usia di atas 60 tahun," ujarnya.

Namun, kata Menkes, vaksinasi tahap pertama dan selanjutnya ini baru akan diberikan apabila telah keluar izin penggunaan darurat atau Emergency used authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "BPOM sudah bekerja sama baik dengan Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Budi mengatakan, untuk mengejar kekebalan kelompok atau herd immunity di Indonesia dibutuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin. Jumlah itu didapat dengan memperhitungkan bahwa 1 orang membutuhkan 2 dosis ditambah 15 persen cadangan seperti yang disarankan WHO.

Sambil menunggu vaksinasi, masyarakat diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Selalu kenakan masker terutama saat keluar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (*)

Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved