Breaking News:

Coffee Break

Coffee Break: Setahun Nonstop Bekerja dari Rumah

INI kali pertama keluarga kecil kami, saya, istri, dan anak-anak, berkumpul di rumah menjelang tahun baru.

Coffee Break: Setahun Nonstop Bekerja dari Rumah
dokumentasi
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun

Setahun Nonstop Bekerja dari Rumah

Oleh Hermawan Aksan

INI kali pertama keluarga kecil kami, saya, istri, dan anak-anak, berkumpul di rumah menjelang tahun baru. Biasanya, kami bisa berkumpul lengkap hanya pada momen Lebaran. Pada Lebaran 2020 kami malah tidak lengkap karena anak perempuan pertama kami tidak pulang lantaran PSBB di Jakarta.

Pada momen tahun baru selama ini ada saja yang absen. Kadang salah satu atau salah dua anak saya tidak pulang karena belum libur sekolah, kuliah, atau dari pekerjaan. Kadang pula saya sendiri tidak pulang karena jadwal pekerjaan membuat saya harus ngantor. Kami tidak terlalu merasa kehilangan karena tahun baru, bagi kami, bukan momen yang mengharuskan kami berkumpul.

Kali ini pun, meski kami berkumpul, tak ada pesta malam tahun baru di keluarga kami. Kami memang tidak merencanakan perayaan apa pun. Kami tidak merancang pergi ke mana pun—ke tempat wisata atau sekadar jalan-jalan makan di luar. Lagi pula, masih dalam situasi work from home, saya kebagian jadwal kerja mulai pukul 19.00 hingga dini hari hari, yang membuat saya tak akan bisa pergi jauh dari komputer.

Jadi, sejak pagi di tanggal terakhir tahun 2020 itu kami menjalani hari seperti biasa. Oh, ya, kami sempat menghadiri khitanan salah satu keponakan saya. Seperti yang sudah-sudah, saya selalu tidak tahan menyaksikan proses khitanan, maka saya hanya menunggu di luar kamar operasi. Istri sayalah yang ikut mendampingi sang keponakan.

Tak lama setelah Asar, hujan turun, tidak terlalu deras dan tanpa angin kencang, seperti hujan beberapa hari sebelumnya yang membuat beberapa titik di luar kota kecil kami kebanjiran. Tidak terlalu deras pula sehingga menarik minat anak terkecil kami untuk keluar hujan-hujanan.

Udara menjadi sejuk dan kami berkumpul di rumah, mengobrol sambil kadang sibuk dengan ponsel di tangan masing-masing. Apa boleh buat, begitulah potret keakraban masa kini: ponsel sudah menjadi nyawa kedua sehingga tidak bisa lepas apa pun situasinya.

Sebelum pukul 19.00 saya sudah bersiap di depan laptop untuk memulai pekerjaan saya. Pekerjaan saya sempat terjeda salat Isya dan makan malam. Setelah itu, saya melanjutkan pekerjaan saya, sambil menghadap pintu keluar yang sengaja dibuka: masih tersisa gerimis berupa garis-garis yang memantulkan cahaya lampu jalan.

Mulai pukul setengah sepuluh, satu demi satu istri dan anak-anak kami beranjak ke tempat tidur masing-masing. Saya sempat bertanya apakah ada yang akan menemani saya menunggu pergantian tahun dan salah satu anak saya menjawab, “Buat apa ditunggu. Toh, malam ini sama saja dengan malam-malam sebelumnya.”

Jawaban itu sejalan dengan pendapat saya selama ini: apa pentingnya merayakan tahun baru dengan hura-hura, menyulut petasan dan kembang api, pergi ke tempat wisata baik di dalam maupun di luar kota, jika tak ada perubahan dalam batin dan pemikiran kita ke arah yang lebih baik.

Tinggal saya yang masih meneruskan pekerjaan. Gerimis makin tipis dan lama-lama reda. Saya sempat keluar, memandang sekitar dan menatap langit. Nyaris tak ada orang di luar rumah. Bulan yang sudah lewat purnama kelihatan samar karena masih tersaput awan, hampir di titik kulminasi.

Tepat pukul 00.00 malam tetap hening. Tak kelihatan kembang api yang melukisi langit seperti malam-malam tahun baru sebelumnya. Petasan hanya terdengar di kejauhan samar-samar.

Saya sangat menikmati suasana seperti itu. Selama ini saya memang jarang sekali merayakan malam tahun baru di tengah pesta. Seingat saya, saya tak pernah bisa menikmati pesta apa pun: selalu merasa kesepian di tengah keramaian.

Saya melanjutkan bekerja hingga dini hari. Setidaknya, saya pernah merasakan bekerja nonstop selama setahun: dari tahun 2020 hingga 2021. (*)

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved