Mau Liburan Natal dan Tahun Baru ke Garut? Perlu Hasil Rapid Test atau Tidak? Ini Kata Bupati
Anda mau liburan Natal dan tahun baru ke Garut? Apakah perlu hasil rapid test? Ini kata Bupati.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku kesulitan menangani kasus Covid-19.
Setiap harinya, orang yang dinyatakan terpapar virus corona mencapai 100 orang.
"Rata-rata 85 orang per hari (penambahan kasus corona). Sekarang kami alami kesulitan karena terjadi outbreak setiap harinya bisa sampai di atas 100," ujar Rudy, Sabtu (19/12/2020).
Baca juga: Persib Bandung Kebagian Satu, Ini 36 Pemain yang Dipanggil Shin Tae-yong untuk Hadapi SEA Games
Baca juga: Delapan Kafe di Jalan Riau Kota Bandung Disegel, Langgar Jam Operasional Saat AKB
Kasus positif Covid-19 terbaru menimpa salah satu anggota DPRD Kabupaten Garut.
Saat ini, anggota dewan itu tengah menjalani isolasi.
"Kami juga sekarang kekurangan ruang isolasi. Sekarang baru ada 600 ruangan, tapi yang dibutuhkan mencapai 1.000," katanya.
Upaya pencegahan dengan penerapan protokol kesehatan terus dilakukan.
Satgas di tingkat kecamatan dan RW sudah berfungsi untuk melakukan sosialisasi soal protokol kesehatan.
"Tapi lagi-lagi interaksinya sudah dimana-mana. Virus sudah di dekat kita," ujarnya.
Terkait perayaan tahun baru, Rudy menyebut telah melarang adanya kerumunan.
Baca juga: Kabar Baik Bagi Liverpool, Bek Tengah Ini Bisa Dimainkan Saat Berjumpa Crsytal Palace Malam Nanti
Pengamanan ekstra ketat akan diberlakukan di sejumlah objek wisata.
"Di Cipanas, Papandayan, dan Darajat akan diperketat. Wisatawan boleh datang, cuma prokesnya diperketat," ucapnya.
Pihaknya tak memberlakukan wajib rapid test bagi para wisatawan.
Namun sejumlah hotel akan melakukan rapid test bagi tamu yang datang.
"Wisatawan tidak harus bawa surat keterangan rapid kalau mau ke Garut. Cuma hotel diperketat. Tak boleh ada kegiatan yang banyak kerumunan. Pasti akan dibubarkan," ujarnya.
Terkait kasus Covid-19 di klaster pabrik, Rudy menyebut telah melakukan sterilisasi.
Pihak pabrik juga akan libur selama tujuh hari.
"Hari ini sama besok diliburkan karena akan ada penyemprotan. Minggu depan juga akan libur lagi selama tiga hari dan nanti saat tahun baru," katanya.
Baca juga: Terkendala Teknologi dan Blankspot, Sejumlah Guru Masih Rutin Kunjungi Rumah Siswa untuk Mengajar