Terkendala Teknologi dan Blankspot, Sejumlah Guru Masih Rutin Kunjungi Rumah Siswa untuk Mengajar

Pemprov Jabar meluncurkan program Tas Bakti Guru Kunjung untuk guru yang rutin mengunjungi rumah muridnya untuk memberikan pelajaran.

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Peluncuran Tas Bakti Guru Kunjung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejak 15 Maret 2020, saat Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, para pelajar dan murid di Jawa Barat terpaksa belajar di rumah.

Dengan kebijakan belajar di rumah ini, sebagian peserta didik ini memang bisa tetap berkomunikasi dengan gurunya melalui perangkat teknologi informasi.

Namun di pelosok Jawa Barat, sebagian dari mereka kesulitan mengakses jaringan komunikasi akibat rumahnya masuk dalam kawasan blank spot tanpa jaringan atau sinyal internet.

Baca juga: Fraksi PKS DPRD Jabar Dorong Bantuan Sosial Covid-19 untuk Masyarakat Dilanjutkan pada 2021

Baca juga: Delapan Kafe di Jalan Riau Kota Bandung Disegel, Langgar Jam Operasional Saat AKB

Akhirnya, para guru pun melakukan pertemuan terbatas dengan para pelajar atau muridnya, sampai mendatangi ke rumah-rumah mereka untuk memberikan materi pengajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan hal tersebut sudah berjalan di sejumlah kawasan di Jawa Barat, sejak kasus-kasus Covid-19 bermunculan dan menyebar. Tidak jarang, para guru harus berjalan sampai ribuan meter untuk berkeliling mengunjungi rumah-rumah pelajar atau muridnya.

Pembelajaran secara daring, katanya, memang merupakan sebuah tantangan berat bagi semua pihak di dunia pendidikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun menyadari pembelajaran daring ini mempunyai kelemahan, terutama di kawasan yang tidak terlayani jaringan internet.

Tidak semua pembelajaran, katanya, bisa dilakukan dengan daring, terutama bagi pelajar SMK yang memiliki mata pelajaran praktik.

Pihaknya pun memberikan 2,2 juta paket data internet kepada para pelajar dan guru untuk membantu proses pembelajaran daring. Termasuk peminjaman gawai milik sekolah kepada pelajar yang tidak memiliki gawai.

"Ternyata itu pun juga belum semua memenuhi karena kondisi geografis di Jawa Barat ini masih banyak memiliki area yang blank spot. Ada sekitar 1.200 desa dengan status desa hutan. Kalau letak sekolahnya mungkin masih ada di pusat kecamatan, tapi siswa-siswanya kebanyakan di pelosok yang tidak terjangkau jaringan. Akhirnya, tidak sedikit guru yang berkunjung ke rumah-rumah siswa," katanya dalam peluncuran Tas Bakti Guru Kunjung melalui webinar, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga: Cina Pilih Vaksin AstraZeneca Buatan Inggris, Eh Indonesia Malah Datangkan Sinovac dari Cina

Baca juga: Kabar Baik Bagi Liverpool, Bek Tengah Ini Bisa Dimainkan Saat Berjumpa Crsytal Palace Malam Nanti

Walaupun pembelajaran secara tatap muka akan mulai diberlakukan pada awal 2021, katanya, tidak serta-merta membuat pembelajaran 100 persen dilakukan di sekolah.

Para pelajar atau murid ini masih harus belajar di rumah dan sekolah secara bergiliran. Karenanya, pembelajaran jarak jauh masih akan dilakukan dalam beberapa waktu lagi.

Kepala SMAN 2 Lembang Kabupaten Bandung Barat, Lina, mengatakan selama pembelajaran jarak jauh diberlakukan, pihaknya rutin mengevaluasi setiap bulannya.

Hasilnya, walaupun Lembang terletak di kawasan perkotaan, masih ada pelajarnya yang tinggal di pedesaan dengan keterbatasan jaringan internet.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved