Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Update Covid-19 Garut Cari Ruang Isolasi Tambahan Gara-gara Kasus Positif Melonjak

Ruang isolasi di RSUD dr Slamet Garut dengan kapasitas 120 tempat tidur sudah terisi penuh.

Tribun Jabar/Firman Wijaksana
RSUD dr Slamet, Garut. Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut membuat Pemkab Garut harus mencari tempat isolasi baru. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut membuat Pemkab Garut harus mencari tempat isolasi baru.

Ruang isolasi di sejumlah rumah sakit sudah tak cukup menampung pasien.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, sudah menyiapkan tempat isolasi di RSUD dr Slamet Garut, RSUD Pameungpeuk, Rusun Gandasari, Islamic Center, dan rumah sakit swasta di Garut.

Namun kebutuhannya terus meningkat.

"Kami terus menginventarisir beberapa titik dan tempat yang bisa dijadikan tempat isolasi," ucap Helmi, Sabtu (12/12/2020).

Ruang isolasi di RSUD dr Slamet Garut dengan kapasitas 120 tempat tidur sudah terisi penuh.

Baik untuk pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat.

"Untuk yang ringan dirawat di tempat lain. Perlu ada tambahan ruangan untuk antisipasi lonjakan," katanya.

Tempat yang dinilai layak untuk dijadikan ruang isolasi pasien, kata dia, yakni bangunan Islamic Center yang berlokasi di Garut Kota, kemudian tempat Pendidikan dan Latihan Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Tarogong Kidul.

"Diklat KB sudah kami jadikan ruang perawatan, dan Islamic Center kapasitasnya 60 tempat tidur," katanya

Helmi meminta masyarakat untuk tetap waspada. Apalagi saat ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus ditemukan setiap hari di Garut.

Pihaknya pun menunggu kedatangan vaksin yang rencananya datang tahun depan.

"Untuk saat ini, kami butuh ruang isolasi tambahan dulu. Sebagai upaya memutus mata rantai penularan," ujarnya.

Dari data Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapau 2.716 kasus.

Sebanyak dua kasus isolasi mandiri, 1.210 kasus isolasi di rumah sakit atau tempat isolasi, 1.438 kasus dinyatakan sembuh, dan 66 kasus meninggal dunia.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved