Pilkada Serentak

Gibran dan Bobby Menang Pilkada 2020, Rocky Gerung Apresiasi Jokowi, Sebut Sukses Wariskan Kekuasaan

Gibran dan Bobby Nasution bakal memimpin masing-masing di daerahnya selama lima tahun depan, yakni 2021 hingga 2025.

Kolase
Rocky Gerung dan Presiden Jokowi 

TRIBUNJABAR.ID - Hasil hitung cepat pada Pilkada Serentak 2020 menyatakan anak dan menantu Presiden Joko Widodo menang.

Mereka adalah Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi yang menang versi hitung cepat di Pilkada Solo menantunya Bobby Nasution di Pilkada Medan.

Rocky Gerung pun memberikan komentar.

Gibran dan Bobby Nasution bakal memimpin masing-masing di daerahnya selama lima tahun depan, yakni 2021 hingga 2025.

Dilansir dari Tribunjakarta.com, anak dan menantu Presiden Jokowi adalah merupakan kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Gibran dan Bobby ditunjuk langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengikuti Pilwali di Solo dan Medan.

Suami Kahiyang Ayu ini maju sebagai calon Wali Kota Solo menggantikan Wakil Wali Kota Solo petahana, Achmad Purnomo.

Ditemani dengan anggota DPRD Solo Teguh Prakoso, Gibran Rakabuming diusung oleh semua partai yang mempunyai kursi di DPRD Solo kecuali PKS.

Baca juga: Gardu Induk Tanggeung Harus Aktif agar Wilayah Selatan Cianjur Terang Benderang

Hitung cepat versi Charta Politica dengan jumlah sampel yang masuk sebanyak 93 persen menunjukkan perolehan sementara pasangan calon nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yakni 87,23 persen.

Adapun sang rival yakni pasangan calon nomor urut 2, Bagyo Wahono-Suparjo Fransiskus Xaverius yang maju secara independen memperoleh suara sebesar 12,77 persen.

Sedangkan berdasarkan hitung cepat versi Voxpol Center, dengan sampel yang masuk sebanyak 95 persen, Gibran Rakabuming unggul sementara dengan perolehan 86,57 persen suara.

Sementara itu pasangan Bagyo-Suparjo memperoleh 13,42 persen.

Adapun Bobby Nasution berpasangan dengan Anggota DPRD Medan Aulia Rachman.

Pasangan ini diusung oleh PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, Nasdem, PSI Hanura dan PPP.

Sementara itu pasangan Bagyo-Suparjo memperoleh 13,42 persen.

Baca juga: Teddy Muncul Bawa Perkara Harta Dianggap Mendesak Putri Delina, Sule Merasa Heran Karena Hal ini

Adapun Bobby Nasution berpasangan dengan Anggota DPRD Medan Aulia Rachman.

Pasangan ini diusung oleh PDIP, Gerindra, PAN, Golkar, Nasdem, PSI Hanura dan PPP.

Meski demikian, kesuksesan anak dan menantu Presiden Jokowi ini dikritik oleh akademisi Rocky Gerung.

"Ada yang berbahagia karena dua pemenang Pilkada ada dalam satu keluarga.

Orang menganggap Presiden Jokowi berhasil menjadi kepala keluarga yang baik, mampu mengurus keluarganya sehingga kekuasaan bisa diwariskan," ucap Rocky Gerung dilansir dari vlognya pada Kamis (10/12).

Meski demikian, Rocky menyatakan, Jokowi gagal dalam memimpin negara karena sampai sekarang tak ada ucapan mengenai peristiwa di km 50 yang menewaskan pengikut Habib Rizieq Shihab.

"Saya apresiasi kemampuan Pak Jokowi untuk mengakumulasi kekuasaan tetapi dia gagal mendistribusikan keadilan.

Musti ada yang diapresiasi dan ada yang depresiasi," imbuh Rocky Gerung.

Baca juga: UPDATE REAL COUNT Pilkada Tasik, Ade Sugianto Kalahkan Iwan Juara Versi Quick Count, Selisih Lebar

Lebih lanjut, Rocky Gerung menyatakan, SBY hingga Megawati gagal menempatkan anggota keluarganya ketika mereka berkuasa menjadi Presiden RI.

"Pak SBY, Ibu Megawati itu gagal semua, enggak berhasil menempatkan keluarganya ketika berkuasa.

Jadi mereka harus belajar dari Jokowi.

Dalam 3 hari ini seluruh dunia menghujat kita karena kegagalan kita mengelola demokrasi, bahkan untuk mempertahankan derajat manusia di depan dunia juga gagal."

"Bahkan Pak Jokowi tidak tahu kalau Indonesia jadi anggota DK PBB, sehingga SOPnya harus mengawasi hak asasi manusia.

Tetapi di dalam negaranya sendiri ada pemburukan di demokrasi," jelas Rocky Gerung.

Rocky menilai, pemburukan di bidang demokrasi lantaran Jokowi mencetak rekor sebagai presiden yang memiliki anak dan menantu yang menjabat sebagai kepala daerah sekaligus.

"Orang masih bingung kok bisa terpilih? apakah tak ada pengaruh dengan menteri PDI Perjuangan yang tertangkap?, pertanyaan ini harus diteliti tentang variabel yang membatalkan demokrasi di Indonesia."

"Kedua mengenai belum ada komentar dari Istana mengenai peristiwa di Km 50, Komnas Ham sudah bekerja," beber Rocky Gerung.

Rocky menuturkan, dua peristiwa yang terjadi belakangan ini merupakan monumental dan akan diingat masyarakat.

Respon Bobby Nasution

Pasangan Bobby, Aulia mengatakan bahwa quick count tersebut merupakan barometer dari perhitungan ilmiah.

"Insya Allah ya paling eror 1 koma sekian persenlah. Insya Allah kita menang dalam kontestasi Pilkada Kota Medan," ucap Aulia di Posko Kemenangan Bobby-Aulia, Rabu.

Sementara itu, Bobby menyampaikan dan menyarankan tetap akan menunggu hasil dari perhitungan resmi pihak KPU, walaupun sejumlah lembaga sudah mengeluarkan hasil yang didominasi kemenangan Bobby-Aulia.

Sementara itu, Bobby menyampaikan dan menyarankan tetap akan menunggu hasil dari perhitungan resmi pihak KPU, walaupun sejumlah lembaga sudah mengeluarkan hasil yang didominasi kemenangan Bobby-Aulia.

"Ya ini quick count, yang tetap kita tunggu ini adalah perhitungan resmi dari KPU. Quick count tadi kan kita lihat banyak dari beberapa lembaga seperti yang dilakukan memang hasilnya tak berbeda jauh dan ini mudah-mudahan gambaran dari apa yang dihasilkan tapi kita tunggu hasil resmi dari KPU," ujar Bobby.

Bobby juga sempat sapa mertua via telepon usai coblos sore hari.

Ketika ditanya apakah sudah mendapatkan ucapan selamat dari mertua yang merupakan Presiden RI Joko Widodo, Bobby mengakuinya.

Baca juga: UPDATE REAL COUNT Pilkada Tasik, Ade Sugianto Kalahkan Iwan Juara Versi Quick Count, Selisih Lebar

"Ya sebagai orangtua tadi pagi juga sebelum ke TPS saya ziarah ke almarhum ayah saya, salam dan minta doa ke ibu saya. Tentunya saya juga menelpon dan minta doa restu sama mertua saya, dan tadi sore tadi setelah sore tadi sudah selesai dari pemilihan telpon-telpon sama orangtua dan pastinya sudah memberi selamat lah, memberi informasi sudah selesai, pesannya jaga kesehatan dan tetap semangat dan kita tunggu hasil dari real count," jelasnya.

Nantinya, hal pertama yang akan dilakukan Bobby-Aulia jika menduduki jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yakni menyelesaikan birokrasi dan penanganan korban banjir yang terjadi pada beberapa hari lalu.

"Yang pasti kami lakukan pertama, hari ini permasalahan kota Medan di birokrasi ini akan kita selesaikan dan masyarakat akan langsung. Ini bagaimana kedepannya bisa kita lakukan bersih-bersih karena korban dari banjir kota Medan juga hari ini masih ada. Ini akan kita lakukan nanti mudah-mudahan itu drainase. Itu kita bersih-bersih itu dan untuk warga kota Medan untuk memberikan pendataan yang lebih baik lagi," ucapnya.

Untuk tingkat partisipasi, Bobby-Aulia mengakui bahwa ada penigkatan partisipasi jika dilihat dari tahun 2015.

"Saya rasa naik partisipasinya walaupun ini kita lihat tantangannya lebih besar dari 2015 tapi pasangan calon bisa mengajak warga kota Medan untuk menentukan pilihannya dengan penyelenggara pemilu tentunya, ke TPS-TPS," pungkas Menantu Presiden RI, Jokowi.

Bobby juga menambahkan, khususnya kepada Akhyar sebagai petahana, bahwa Pilkada telah usai sehingga tidak ada lagi 01 dan 02.

"Beliau (bapak) uda saya, kemaren kita bersalam-salaman, kita juga saling meminta maaf dan bercengkerama. Setelah tanggal 9 ini tidak ada lagi 01 dan 02 di Medan," ucap Bobby.

Dalam acara tersebut, tampak juga Musa Rajeckshah turut hadir sebagai Ketua Partai DPW Golkar Sumut dan merupakan Wakil Gubernur Sumut, tokoh-tokoh masyarakat, Ketua DPW partai pengusung Paslon nomor urut 2, dan lainnya sebagai pendukung dari Bobby-Aulia

Baca juga: Di Tengah Heboh Isu Habib Rizieq, Kapolri Jenderal Idham Aziz Mutasi Jenderal Polisi, Ini Daftarnya!

Pernyataan DPP PDIP

Kemenangan pada hitung cepat (quick count/QC) kader PDI Perjuangan (PDIP) yang juga putra dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution di Pilkada Serentak 2020 berdasarkan hitung cepat akan menambah daftar kepemimpinan muda yang dihasilkan sistem kaderisasi di partai.

Demikian dikemukakan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangannya, Rabu (9/12/2020).

"Sejak awal adalah komitmen Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri untuk memastikan PDI Perjuangan sebagai organisasi yang menghasilkan kepemimpinan muda berkualitas. Yang sudah diwujudkan dengan sosok Bapak Joko Widodo, Ibu Risma, Pak Ganjar Pranowo, Mas Hendrar Prihadi, Mas Hasto Wardoyo, Mas Abdullah Azwar Anas," ujar Hasto.

Hasto mengatakan kemenangan ini adalah bukti kedaulatan rakyat dalam melihat sosok calon pemimpin daerah.

Keduanya, Gibran dan Bobby, menunjukkan semangat dan komitmen yang serius dan teguh, walau banyak upaya menghambat. Misalnya lewat kampanye negatif terkait politik dinasti.

"Strategi yang sangat tak bisa dibanggakan ini berusaha dilakukan agar rakyat tanpa melihat kapasitas serta kapabilitas keduanya sebagai pemimpin muda," ujar Hasto.

Namun Gibran dan Bobby, menurut Hasto, tidak menunjukkan sedikitpun lemah semangat atas hal itu.

"Sebaliknya keduanya justru membuktikan diri sebagai pemimpin yang berani serta mau bertempur membuktikan diri," kata Hasto.

"Keduanya terus mendekatkan diri, dengan masyarakat, turun ke bawah, sebagai kekuatan sebenarnya dari bangsa Indonesia," kata Hasto menambahkan.

Baca juga: Sepanjang Tahun Ini, BNNK Sukabumi Rehabilitasi 51 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Hal itu, lanjut Hasto, sejalan dengan arahan dari Megawati Soekarnoputri yang meminta semua kader untuk selalu berada di tengah rakyat.

"Kemenangan Gibran dan Bobby juga membuktikan bahwa mata hati nurani rakyat bisa melihat dengan jernih. Gibran dan Bobby yang kredibel, sebagai sosok muda yang membawa perubahan ke arah lebih baik, jauh lebih bermakna dibanding kampanye negatif politik dinasti maupun isu lainnya," kata Hasto.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan mengapresiasi kedewasaan politik masyarakat yang sangat membanggakan, di tengah upaya berbagai kekuatan politik mengarahkan rakyat lewat strategi disrupsi negatif.

"Walau demikian, PDI Perjuangan secara jernih ingin juga menyampaikan harapan. Bahwa usai penetapan definitif, nantinya Mas Gibran dan Mas Bobby membuktikan kualitas kepemimpinannya sebagai kepala daerah di Solo dan Medan," ujarnya.

Baca juga: UPDATE REAL COUNT Pilkada Tasik, Ade Sugianto Kalahkan Iwan Juara Versi Quick Count, Selisih Lebar

Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved