Breaking News:

Pilkada Kabupaten Sukabumi

Pejuang Demokrasi Pilkada Sukabumi, Angkut Kotak Suara ke TPS Lewati Jalan Longsor di Atas Gunung

Jarak yang ditempuh menuju ke tiga TPS itu sekitar 10 kilo meter dengan kondisi jalan terjal, menanjak karena lokasinya berada di atas gunung.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Panita Pemungutan Suara (PPS) Desa Mekar Asih, Kecamatan Simpenan, baru mengantarkan logistik kotak dan bilik suara ke setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), Selasa (8/12/2020). 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kontestasi Pilkada Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan berlangsung besok, Rabu (9/12/2020).

Satu hari menjelang hari H pencoblosan, Panita Pemungutan Suara (PPS) Desa Mekar Asih, Kecamatan Simpenan, baru mengantarkan logistik kotak dan bilik suara ke setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), Selasa (8/12/2020).

Ketua PPS Mekar Asih Rudi Supriadi mengatakan, ada satu lokasi TPS paling jauh di wilayahnya. Yakni TPS 8, 9 10 yang berlolasi di Kampung Ciangkrek, Pasir Jambu dan Babakan.

Ia menyebutkan, jarak yang ditempuh menuju ke tiga TPS itu sekitar 10 kilo meter dengan kondisi jalan terjal, menanjak karena lokasinya berada di atas gunung.

"Di Mekar Asih paling jauh 3 TPS, jaraknya hampir 10 kilo, nyampe sejam lebih. Untuk medannya lumayan ekstrem, soalnya melewati dua sampai tiga gunung, insya Allah lancar. Sekarang musim hujan lumayan susah juga, tapi dari kebelakang-kebelakang lancar," ujarnya.

Sementara itu, Andri (35) salah seorang Pengaman Langsung (Pamsung) TPS 10 Kampung Pasir Jambu, yang membawa logistik kotak suara dan bilik suara Pilkada 2020 mengaku sudah terbiasa melewati jalan rusak.

Padahal, jalur yang dilewati tidak main-main, dia harus ekstra hati-hati karena harus melewati sungai, bebatuan terjal, tanjakan yang rawan longsor. Bahkan ia juga harus melewati jalan tanjakan berkelok yang tertimbun longsor.

Baca juga: Sederet Manfaat Asam Jawa untuk Kesehatan, Bantu Mengobati Batuk hingga Mencegah Rambut Rontok 

Dengan kondisi jalan seperti itu, bukan hanya mengamankan logistik Pilkada agar tidak rusak saat sampai TPS. Namun, nyawanya pun ikut terancam apabila sesuatu yang buruk atau kecelakaan terjadi saat dalam perjalanan.

"Sudah biasa (kadang, red) dua hari suka melewati kalau ada tarikan, yah gak takut (longsor) sudah biasa itu," tuturnya.

Menurutnya, apabila jalan tertimbun longsor yang ia lalui sudah benar-benar tertutup. Masih ada satu jalan alternatif dengan jarak lebih jauh.

"Ada satu lagi, paling satu jam setengahan," jelasnya.

Baca juga: Viral Video Kocak Pria Kejar Driver Ojol, Ketinggalan setelah Isi Bensin, Lupa Penumpang Belum Naik

 

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved