Breaking News:

Ridwan Kamil Kirim Pesan kepada Habib Rizieq Shihab

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah mengirim pesan kepada tokoh-tokoh agama, termasuk Habib Rizieq Shihab

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Hotel Savoy Homann Bandung, Selasa (17/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah mengirim pesan kepada tokoh-tokoh agama, termasuk Habib Rizieq Shihab, untuk menyesuaikan diri dalam beraktivitas dan menggelar kegiatan di tengah pandemi Covid-19, dengan menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Saya sudah mengirimkan pesan kepada Habib Rizieq, juga melalui habib-habib yang lain, agar mampu memahami situasi yang tidak mudah ya, dalam pengendalian Covid-19," katanya di Hotel Savoy Homann Bandung, Selasa (17/11/2020).

Para habib dan tokoh agama, katanya, harus melaksanakan adaptasi kebiasaan baru seperti masyarakat lainnya.

Baca juga: Buntut Pernikahan Anak Habib Rizieq Shihab, Jokowi Tegur Gubernur hingga Dua Kapolda Dicopot

Baca juga: Ustaz Maaher At-Thuwailibi Dilaporkan ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Penghinaan pada Habib Luthfi

Dengan melaksanakan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Tetap, acara Maulid Nabi, acara apa pun terselenggara, tapi gunakan teknologi, seperti Zoom kan begitu ya. Seperti yang kami gunakan pada saat kami harus menyapa orang dengan jumlah yang banyak, tapi mengikuti protokol kesehatan," tuturnya.

Emil mengatakan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru ini dimohon untuk diterapkan di manapun.

Dirinya pun tidak berharap ada pelarangan-pelarangan penggelaran acara, asalkan protokol kesehatan ini dilaksanakan.

Pada dasarnya, kata Emil, pihaknya ingin tetap produktif walaupun sedang menghadapi Covid-19, yaitu beradaptasi dari kebiasaan lama yang masih suka berkerumun menjadi tetap produktif, tapi menggunakan teknologi dan menggunakan cara baru yang menghindari kerumunan.

"Saya mengimbau kepada semua pihak dan tokoh yang punya pengaruh, untuk bisa mengendalikan dari dirinya dulu. Karena kalau sudah follower-nya atau kelompoknya berkumpul, itu lebih susah dikendalikan," tuturnya. 

Baca juga: Enggan Disebut Habib, Quraish Shihab Ungkap Sebutan Habib Tak Sembarang, Ini 3 Sifat Menjadi Habib

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Nangis di Dekat Habib Rizieq, Bahas Soal Jangan Sakiti Keturunan Nabi & Sebut SBY

Penindakan tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, katanya, sudah diinstruksikan sejak dulu, tidak hanya saat menghadapi sejumlah kerumunan sejak kepulangan Rizieq Shihab.

"Hanya di lapangan, tegas level bagaimana, itu diserahkan kepada aparat. Ada sifat tegasnya dilobi, ada dihimbau, kemudian dilarang, ada tegasnya diusir, kan enggak ada teknis di kita. Bahwa kita tetap menjaga konsistensi itu, saya kira adalah nilainya," katanya.

Sejumlah kerumunan baru-baru ini, katanya, diharapkan menjadi pelajaran untuk semuanya, karena keberhasilan menangani Covid-19 perlu partisipasi publik, tidak hanya pemerintah dan aparat.

"Kasihan ke polisinya gitu, kalau dari masyarakat yang tidak mentaati. Kan nanti yang disalahkan polisi lagi polisi lagi. Karena ini harus dari dua arah," katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil Tak Ingin Warga Lokal Jadi Office Boy atau Satpam Saat Rebana Metropolitan Beroperasi

Baca juga: Ridwan Kamil Upayakan Semua Lahan Aset Pemprov Jabar jadi Lahan Produktif

Mengenai masalah penindakan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19, katanya, harus dilakukan dengan adil.

Dirinya pun mempertanyakan jika kerumunan massa simpatisan Rizieq Shihab dipermasalahkan di Jakarta dan Bogor, harus juga ditelusuri kerumunan di Bandara Soekarno Hatta di Banten.

"Pertanyaan saya, waktu bandara ramai, itu tuh kan seolah-olah juga diizinkan menyambut, katanya kan begitu. Dan itu lokusnya di Banten. Kalau hanya di Jawa Barat, Banten juga jadi titik pertama ya, kalau mau track record menegakkan. Seperti beginilah, apa bedanya kita menegakkan saat demo kan, seharusnya enggak boleh juga, tapi enggak bisa dilarang juga yang orang berdemo itu kan," katanya.(Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved