Breaking News:

Ubah Laku

Masyarakat yang Dinyatakan Reaktif Hasil Rapid Test, Diminta untuk Tak Panik, Belum Tentu Positif

langsung dilakukan swab test atau tes usap untuk memastikan paparan virus yang disebut berasal dari Wuhan, China itu.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Ery Chandra
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini. 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Masyarakat yang dinyatakan reaktif Covid-19 diminta untuk tak panik. Sebab belum dinyatakan positif terpapar virus tersebut karena harus melalui swab test atau tes usap.

Seperti diketahui, hasil rapid tes acak yang dilakukan Dinkes Kota Cimahi terhadap 355, ada 22 orang yang reaktif.

Mereka langsung diswab dan wajib menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Manchester City Vs Liverpool, Live Streaming Mola TV - Guardiola: Agar Menang Timnya Harus Menderita

Baca juga: Duh, Keyboardis Band dituduh Mirip Pemain Pria di Video Mirip Gisel, Istri Langsung Angkat Bicara

Baca juga: Nakes Puskesmas Plered Cirebon Terpapar Covid-19, Kadinkes Ingatkan Masyarakat Disiplin 3 M

Baca juga: Guru SD dan Paud Positif Covid-19, Bupati Garut Pastikan Penyebaran Bukan Saat KBM, Tapi Dari Ini

Meski mereka dinyatakan reaktif, namun belum tentu positif terpapar Covid-19. Mereka langsung dilakukan swab test atau tes usap untuk memastikan paparan virus yang disebut berasal dari Wuhan, China itu.

Pemahaman itu diberikan kepada semua peserta rapid. Khususnya yang reaktif.

"Iya langsung diswab semuanya, dan mereka harus isolasi mandiri sampai hasilnya keluar," imbuh Sekretaris Dinkes Kota Cimahi, Chanifah Listyarini sebagaimana dilansir dari covid.cimahikota.go.id, Sabtu (7/11/2020).

Khusus rapid test di Kelurahan Cibeureum, terangnya, merupakan lanjutan dari rapid test sebelumnya. Dimana ada 21 orang yang reaktif dan sudah dilakukan swab test.

Hasilnya ada 4 orang yang positif Covid-19. Sementara sisanya dinyatakan negatif, sehingga bisa melaksanakan aktivitas kembali. "Kan masa inkubasinya juga sudah lewat, kalau yang hasilnya negatif boleh beraktivitas lagi," katanya.

Ia melanjutkan, rapid test ini juga merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat (Gema) Jawa Barat untuk melawan Covid-19. Selain rapid test, pihaknya juga menekankan kepada masyarakat untuk menerapkan pola 4M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga imun.

"Penggunaan 4M itu mutlak harus dilakukan untuk mencegah paparan virusnya," ujarnya. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved