Breaking News:

Atlet Sudah Berikan Bukti, KONI Jabar Akan Kirim Pelatih ke Korsel untuk Timba Ilmu Setelah PON XX

Pihak KONI) Jawa Barat akan mengubah arah orientasi kerja sama pembinaan olahraga dengan Gyeongsangbuk-Do Sport Council, Korea Selatan.

TRIBUN JABAR/SUGIRI U. A
Ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin (tengah), didampingi Koordinator Kerja Sama KONI Jabar-Gyeongsangbuk-Do Sport Council, Trio Arsefto (kiri), dan Kabid Binpres KONI Jabar, Yunyun Yudiana, saat konferensi pers di Ruang Kominfo KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (4/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Sugiri Ugi Adyanto

TRIBUN JABAR.ID, BANDUNG - Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat akan mengubah arah orientasi kerja sama pembinaan olahraga dengan Gyeongsangbuk-Do Sport Council (KONI Gyeongsangbuk-Do), Korea Selatan. Jika selama ini atlet yang dikirim ke sana, maka ke depan kesempatan belajar akan diberikan kepada para pelatih.

Kerja sama antara KONI Jabar dengan Gyeongsangbuk-Do sudah dimulai sejak 2010, menjelang bertarung di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau pada 2012. Saat itu, atlet yang berpotensi mendapatkan medali emas dari beberapa cabang olahraga dikirim.

"Hasilnya, Jabar naik ke posisi kedua dari posisi keempat. Di PON 2016, sembilan cabang olahraga menyumbang medali signifikan," kata Ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin, di Ruang Kominfo KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (4/11/2020).

Di PON XIX/2016, saat Jabar menjadi tuan rumah, atlet dari sembilan cabang olahraga yang dikirim ke Korea mampu membuktikan diri. Mereka menyumbang 30 persen jumlah medali emas Jabar sehingga menjadi juara umum.

"Saat itu kita prediksi bisa menyumbang 36 medali emas, nyatanya bisa mendapatkan 75," ucap Ahmad.

Setelah menerima manfaat yang besar di dua PON tersebut, atlet Jabar juga akan dikirim lagi ke Korea Selatan menjelang bertarung di PON XX/2021 di Papua.

Namun, kemungkinan ini akan menjadi pengiriman terakhir karena setelah 2021, ada rencana pelatih yang akan disekolahkan ke negeri gingseng itu.

Tujuannya jelas, agar pelatih-pelatih tersebut bisa mengadopsi ilmu yang dimiliki pelatih-pelatih Korea Selatan, khususnya di Gyeongsangbuk-Do, untuk kemudian diaplikasikan kepada atlet-atlet Jawa Barat.

Ahmad mengatakan, selama ini pihaknya sudah membuktikan, peran pelatih Korea memang sangat bagus dalam meningkatkan prestasi atlet Jawa Barat.

Baca juga: Dijual Melalui Facebook, Polres Ciamis Tangkap Warga Bandung yang Edarkan Pil Hexymer

Baca juga: Rentan Terpapar Covid-19, Ratusan Narapidana dan Karyawan Lapas Tasikmalaya Jalani Tes Swab

"Tata cara, proses, maupun pendekatan-pendekatan kepada para atlet itu sangat jauh berbeda," kata Ahmad.

Halaman
12
Penulis: Giri
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved