Dijual Melalui Facebook, Polres Ciamis Tangkap Warga Bandung yang Edarkan Pil Hexymer

ajaran Satnarkoba Polres Ciamis berhasil menciduk DK (30). Warga Kabupaten Bandung, tersebut diduga sudah 10 kali mengedarkan pil Hexymer.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Tribun Jabar/Andri M Dani
Rilis kasus pengedar pil Hexymer di Mapolres Ciamis, Rabu (4/11/2020) 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Jajaran Satnarkoba Polres Ciamis berhasil menciduk DK (30). Warga Lagadar, Margaasih, Kabupaten Bandung, tersebut diduga sudah 10 kali mengedarkan pil Hexymer di Ciamis. Modusnya, obat terapi parkinson tersebut diedarkan melalui pesanan online (Facebook).

Barang bukti berupa 48 ribu butir pil Hexymer yang dikemas dalam 48 stoples diamankan, termasuk satu handphone dan mobil Avanza.

“Tersangka diamankan saat berada di kawasan Alun-Alun Ciamis, Senin (1/11) siang,” ujar Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra, yang didampingi Kasatnarkoba, AKP Darli, dan Kasubag Humas Polres Ciamis, Iptu Magdalena, kepada wartawan di Mapolres Ciamis, Rabu (4/11/2020) siang.

Penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai keberadaan mobil Avanza  warna putih dengan nopol D 1085 ADL. Saat itu, mobil berada di kawasan Alun-Alun Ciamis, tepatnya di depan Toko Sukajaya tak jauh dari Gedung DPRD Ciamis.

Petugas Satnarkoba Polres Ciamis yang datang ke lokasi dan melakukan penggeledahan menemukan dua dus berisi 48 stoples yang berisi pil Hexymer. Tiap stoples tersebut berisikan seribu butir Hexymer.

“Total ada 48 ribu butir Hexymer yang akan diedarkan di Ciamis sesuai dengan pesanan melalui online (Facebook),” katanya.

Sasaran atau pemesan ribuan pil Hexymer tersebut dari berbagai kalangan terutama kalangan anak muda termasuk kalangan pelajar.

Baca juga: Rentan Terpapar Covid-19, Ratusan Narapidana dan Karyawan Lapas Tasikmalaya Jalani Tes Swab

Baca juga: Termasuk Kepala, Puluhan Pegawai Kejaksaan Negeri Sukabumi Jalani Tes Urine: Mudah-mudahan Negatif

Dari pemeriksaan petugas, menurut Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra, tersangka DK mengaku dalam beberapa bulan terakhir telah 10 kali mengedarkan pil Hexymer tersebut di Ciamis. “Awalnya lima stoples, kemudian naik jadi tujuh stoples. Jumlah pil Heximer yang diedarkan tersangka DK terus meningkat. Terakhir 48 stoples,” ujar AKBP Dony Eka Putra.

Mungkin karena keuntungan yang cukup menggiurkan, tersangka DK rupanya ketagihan menggedarkan pil Hexymer yang sejatinya merupakan obat untuk mengatasi kejang bagi penderita parkinson.

Baca juga: Peserta Aksi Bela Islam 411 Kecam Presiden Prancis dan Bersiap Putihkan Jakarta Sambut Rizieq Shihab

Akibat perbuatannya tersangka DK terancam ketentuan pasal 196 jo pasal 197 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved