Breaking News:

Dianiaya Habib Bahar pada 2018, Laporan Baru Dicabut Juni 2020, Tapi Polisi Bantah Ada Pencabutan

Pencabutan laporan terhadap Habib Bahar soal penganiayaan Ardiansyah, sopir taksi online di Kota Bogor, baru dilayangkan ke Polda Jabar 8 Juni 2020.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Ketika Habib Bahar bin Smith dipindahkan dari tahanan Mapolda Jabar ke Lapas Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Kamis (8/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pencabutan laporan polisi terhadap Habib Bahar terkait penganiayaan Ardiansyah, sopir taksi online di Kota Bogor, baru dilayangkan ke Polda Jabar pada 8 Juni 2020.

Hal itu diketahui dari file dokumen elektronik berisi surat ‎ pencabutan / pembatalan laporan kepolisian yang ditandatangani Ardiansyah tertanggal 8 Juni.

Penganiayaan sendiri terjadi pada 4 September 2020 dan dilaporkan ke Polsek Taman Sari Polresta Bogor dengan surat ‎nomor LP/60/IX/2018/JBR/RestaBgr. Di sisi lain, Habib Bahar ditetapkan tersangka per 21 Oktober.

Baca juga: Pengacara Habib Bahar Menuding Ada Unsur Pemaksaan Agar Kasus yang Sudah Damai Dilanjutkan

Baca juga: Bantah Kuasa Hukum, Polda Jabar Sebut Belum Ada Pencabutan Laporan Penganiayaan oleh Habib Bahar

Baca juga: Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka, Polisi Sebut Aniaya Ojek Online yang Antar Istri Pulang Malam

Kuasa hukum Ardiansyah, Hendi P, SH dari Pusat Advokasi Hukum dan Konstitusi (Pasti), mengatakan, surat pencabutan laporan ditandatangani per 8 Juni.

Bersamaan dengan itu, pihaknya sudah melayangkan surat ke Ditreskrimum Polda Jabar pada 29 Oktober berisi permohonan pencabutan laporan kepolisian.

"Sebenarnya sudah dilakukan upaya damai sejak setelah kejadian 2018," ucap Hendi saat dihubungi via ponselnya, Jumat (30/10/2020).

‎Kemudian, pada 2019, Habib Bahar terlibat penganiayaan dua anak di bawah umur hingga akhirnya diseret ke pengadilan kemudian divonis bersalah dan dipidana penjara selama 3 tahun pada 9 Juli 2019.

"Kemudian pada 2019 juga sudah dilakukan upaya damai cuma kan waktu itu Habib Bahar sedang kena kasus. Intinya finalnya untuk proses perdamaian pada awal 2020. Saat itu kami ke Polresta Bogor, lalu diarahkan ke Polda Jabar," ucap Hendi.

Namun di perjalanan, ternyata terhalang pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PSBB ketat pada April 2020. Sehingga, pencabutan laporan itu baru resmi diteken pada Juni 2020.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved