Breaking News:

Bantah Kuasa Hukum, Polda Jabar Sebut Belum Ada Pencabutan Laporan Penganiayaan oleh Habib Bahar

Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar sudah melayangkan surat pemberitahuan penetapan Habib Bahar sebagai tersangka ke Kejati Jabar

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
TRIBUN JABAR/DANIEL ANDREAND DAMANIK
Habib Bahar bin Smith saat memasuki ruang persidangan, Kamis (14/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi membantah keterangan kuasa hukum Habib Bahar dan kuasa hukum Ardiansyah yang menyebut telah ada perdamaian dan pencabutan laporan Ardiansyah soal penganiayaan oleh Habib Bahar.

"Sampai saat ini penyidik belum pernah pemerima surat perdamaian dan surat pencaburan laporan soal dugaan penganiayaan," ujar Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar Kombes CH Patoppoi via ponselnya, Kamis (29/10/2020).

Penetapan tersangka Habib Bahar itu berdasarkan laporan polisi nomor LP/60/IX/2018/JBR/Resta Bgr/Sek Tansa pada 4 September 2018 dengan pelapor Ardiansyah.

Baca juga: Antisipasi Penularan Covid-19 saat Libur Panjang, Test Massal Digelar di Sejumlah Titik Wisata Jabar

Kuasa hukum Ardiansyah, Hendi P menyebut sudah ada perdamaian dan pencabutan laporan ihwal pelaporan itu. Hal senada dikatakan Ichwan Tuan Kotta, kuasa hukum Habib Bahar.

"Karena belum ada pencabutan laporan atau perdamaian, maka proses penyidikannya dilanjut. Berdasarkan gelar perkara, sudah ditetapkan tersangka," ucap dia.

Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar sudah melayangkan surat pemberitahuan penetapan Habib Bahar sebagai tersangka ke Kejati Jabar pada 21 Oktober.

"‎Jadi dia menganiaya sopir Grab, di mana istrinya itu pulang terlalu malam diantar sopir Grab itu.Nah pelampiasannya disikat," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago via ponselnya, Rabu (28/10/2020).

Saat ini, Habib Bahar mendekam di Lapas Gunung Sindur setelah sebelumnya divonis bersalah karena menganiaya anak di bawah umur. Bahar sempat bebas lewat program asimilasi.

Baca juga: VIDEO Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemuda Ciamis Tanam 10.000 Benih Tanaman Porang

Namun, asimilasinya dicabut karena dianggap melanggar aturan asimilasi. Atas pencabutan asimilasi, Bahar mengajukan gugatan ke PTUN Bandung. Putusannya, pencabutan asimilasi Bahar oleh Bapas Bogor tidak sah.
Kanwil Kemenkum HAM kemudian mengajukan banding atas putusan PTUN tersebut‎.

Untuk penyidikan kasus ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Lapas Gunung Sindur dan Kejari Kota Bogor. ‎Adapun kejadian penganiayaan di Perumahan Bukit Cimanggu Kota Bogor. Habib Bahar dijerat Pasal 351 ayat 1 dan atau Pasal 170 KUH Pidana yang mengatur tentang penganiayaan dan penganiayaan secara bersama-sama.

"Karena ada pasal penganiayaan bersama-sama, jadi ada pelaku lainnya," ucap Erdi.

Ichan Tuan Kotta menyebut atas penetapan tersangka Habib Bahar, pihaknya akan mengajukan pra peradilan.

"Upaya hukumnya pra peradilan lah atas penetapan tersangka. Akan kamu ajukan gugatan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Kota Bogor karena locusnya disana," ucap Ichwan.

Baca juga: Status Terbaik Khabib Nurmagomedov di UFC Dipertanyakan Jon Jones: Nomor Satu Ini Cuma Omong Kosong

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved