Breaking News:

Posisi Dekat Provinsi dengan UMP Tertinggi di Indonesia, Tapi UMP Daerah Ini Masuk 5 Besar Terendah

Dalam Surat Edaran juga diberitahukan, kepala daerah wajib mengumumkan besaran UMP pada 31 Oktober 2020

Editor: Siti Fatimah
antara
Ilustrasi -- Amplop berisi uang gaji bulanan 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Upah Minimum Provinsi atau UMP 2021 sudah dipastikan tidak naik sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Meski mendapat pro kontra, UMP 2021 tak naik karena dinilai akibat Covid-19, ekonomi Indonesia saat ini masih dalam pemulihan.

Sekedar informasi, UMP setiap provinsi berbeda dan ternyata provinsi ini meski dekat dengan provinsi dengan UMP tertinggi di Indonesia, daerah ini menempati posisi UMP terendah keempat.

Baca juga: Sudah Pasti, 18 Provinsi Ini Tak Naikan Upah Minimun 2021, Berikut Daftarnya, Jawa Barat Temasuk

Dikutip dari Kontan Id, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan tidak ada kenaikan upah minimum pada 2021.

Hal ini berarti tidak ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP), maupun upah minimum kabupaten/kota (UMK).

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Diketahui, alasan pemerintah tidak menaikkan upah minimum 2021 lantaran ekonomi Indonesia saat ini masih dalam masa pemulihan.

Kendati demikian, tindakan penaikan upah minimun dinilai akan memberatkan dunia usaha.

Dalam SE itu diberitahukan, kepala daerah wajib mengumumkan besaran UMP pada 31 Oktober 2020.

Berikut besaran UMP dari nominal terendah sampai tertinggi.

Baca juga: UMP 2021 Tak Naik, AkibatCovid-19, Kadin; Saat Ini Lebih Penting Terus Gajian, Ketimbang Kenaikan

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved