Breaking News:

Disdagin Bandung Gelar Berbagai Program untuk Tingkatkan Nilai Ekspor, Segini Nilainya Sekarang

Disdagin Kota Bandung di masa pandemi Covid-19 ini merancang sejumlah program untuk meningkatkan potensi ekspor Kota Bandung.

Tribun Jabar/Isal Mawardi
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah 

Sedangkan hasil wujud nyata dari business matching ke New Zealand adalah telah mengirim sampel produk ekspor ke negara tersebut pada 24 September 2020.

Produk yang sudah dikirim ke New Zealand berasal dari tujuh pelaku UKM yaitu Odora Knitwear, CV Kampoeng Radjoet Bandoeng, Sofia Handicraft, Tulatali, Bohemian Project ID, Sharena, serta Pala Nusantara.

Pengiriman produk tersebut mempunyai potensi nilai ekspor sebesar US$ 20,640 dan dilepas di Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Jalan Nuansa Mas Raya No. 2 Cipamokolan Kota Bandung

Menurut Elly, Kota Bandung ditargetkan untuk melakukan ekspor pada tahun 2020 sebesar $467 Juta USD.

Namun karena kondisi pandemi Covid-19, target ini pun diturunkan.

Saat ini target ekspor Kota Bandung, senilai $321 Juta USD.

Baca juga: Setelah Menikah Atta Halilintar akan Kuasai Bisnis Keluarga Aurel Hermansyah? Ini Jawaban Jujurnya

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Saiful, Gelandang Muda Persib: Nembak Cewek Pertama Saat SMA, Ini Caranya

Dari data yang dihimpun, memasuki kuartal ketiga pada September 2020, realisasi ekspor Kota Bandung senilai $261 juta USD.

Sementara 10 produk atau komoditi yang masih diminati dari Kota Bandung yang diekspor terbanyak berupa pakaian jadi sejumlah US$ 125.392.763,71, produk tekstil sejumlah US$ 68.874.654,72, perhiasan logam senilai US$ 15.746.213,02, obat-obatan US$ 9,298,982.86, gumrosin US$ 7,646,525.60, alat kesehatan US$ 7,566,642.67, karet US$ 4,403,964.09, vaksin US$ 4,270,379.62, transformator US$ 2,332,138.46, dan alat uji US$ 2,116,570.99.

Selain dengan Australia, Afrika Barat dan New Zealand, business matching juga dilakukan dengan Penang, Malaysia.

Acara yang dilaksanakan pada 28 September 2020 ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana; Konsulat Jendral Indonesia di Penang, Bambang Suharto; dan Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Rossy Verona. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved