Disdagin Bandung Gelar Berbagai Program untuk Tingkatkan Nilai Ekspor, Segini Nilainya Sekarang
Disdagin Kota Bandung di masa pandemi Covid-19 ini merancang sejumlah program untuk meningkatkan potensi ekspor Kota Bandung.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung di masa pandemi Covid-19 ini merancang sejumlah program untuk meningkatkan potensi ekspor Kota Bandung.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah, mengatakan, program yang dilakukan untuk meningkatkan ekspor di antaranya menggelar mentoring go export, business matching, designer dispatch service (DDS), rebranding, mengirimkan produk mengikuti pameran Hendarty di Korea, Pasar Kreatif Bandung, promosi dengan mengirimkan produk kedelapan kota yang merupakan Syster City Pemkot Bandung.
Satu di antara program yang cukup berhasil yaitu Mentoring Go Export.
Menurut Elly pogram digelar Agustus sampai September 2020, sebanyak tujuh kali pertemuan yang diikuti 85 pelaku usaha Kota Bandung, dibagi dalam dua sesi.
"Selama kurun waktu tersebut, pelaku usaha Kota Bandung telah melaksanakan tiga kali penandatanganan kontrak melalui business matching secara virtual, yakni dengan pasar Australia, Afrika Barat, dan juga New Zealand," ujar Elly di Balai Kota, Sabtu (17/10/2020).
Baca juga: Daftar Harga Hape Oppo Terbaru Oktober, Mulai dari Sejutaan hingga Rp 18 Juta
Elly mengatakan melalui seorang mentor acara sekaligus coach program UKMHub.id, Eriklex Donald Sahusilawane berhasil menjembatani pelaku usaha yang produknya akan dipasarkan di Afrika Barat, Australia dan New Zealand.
Di acara tersebut pun sudah ditandatangani MoU untuk ekspor ke Australia dan Afrika Barat.
MoU dengan Australia menghasilkan kontrak dengan total nilai US$ 24,079 yang dihasilkan dari produk brownies & pastries dari CV Amanda, minuman jahe dari Hisohi Indonesia dan sumpia kering dari Sumpiker Mankdut.
Ekspor ke Afrika Barat nilai ekspornya US$ 29,920 yang dihasilkan dari produk PT Emjie Busana Cemerlang, CV Zanada Coorporation, KAYN, Ala Noor, dan Doctill Leather Care.
Sedangkan hasil wujud nyata dari business matching ke New Zealand adalah telah mengirim sampel produk ekspor ke negara tersebut pada 24 September 2020.
Produk yang sudah dikirim ke New Zealand berasal dari tujuh pelaku UKM yaitu Odora Knitwear, CV Kampoeng Radjoet Bandoeng, Sofia Handicraft, Tulatali, Bohemian Project ID, Sharena, serta Pala Nusantara.
Pengiriman produk tersebut mempunyai potensi nilai ekspor sebesar US$ 20,640 dan dilepas di Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Jalan Nuansa Mas Raya No. 2 Cipamokolan Kota Bandung
Menurut Elly, Kota Bandung ditargetkan untuk melakukan ekspor pada tahun 2020 sebesar $467 Juta USD.
Namun karena kondisi pandemi Covid-19, target ini pun diturunkan.
Saat ini target ekspor Kota Bandung, senilai $321 Juta USD.
Baca juga: Setelah Menikah Atta Halilintar akan Kuasai Bisnis Keluarga Aurel Hermansyah? Ini Jawaban Jujurnya
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Saiful, Gelandang Muda Persib: Nembak Cewek Pertama Saat SMA, Ini Caranya
Dari data yang dihimpun, memasuki kuartal ketiga pada September 2020, realisasi ekspor Kota Bandung senilai $261 juta USD.
Sementara 10 produk atau komoditi yang masih diminati dari Kota Bandung yang diekspor terbanyak berupa pakaian jadi sejumlah US$ 125.392.763,71, produk tekstil sejumlah US$ 68.874.654,72, perhiasan logam senilai US$ 15.746.213,02, obat-obatan US$ 9,298,982.86, gumrosin US$ 7,646,525.60, alat kesehatan US$ 7,566,642.67, karet US$ 4,403,964.09, vaksin US$ 4,270,379.62, transformator US$ 2,332,138.46, dan alat uji US$ 2,116,570.99.
Selain dengan Australia, Afrika Barat dan New Zealand, business matching juga dilakukan dengan Penang, Malaysia.
Acara yang dilaksanakan pada 28 September 2020 ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana; Konsulat Jendral Indonesia di Penang, Bambang Suharto; dan Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Rossy Verona. (*)