Hanya Punya Satu Ginjal? Beberapa Hal Ini yang Harus dihindari, Termasuk Jangan Tahan Kencing

Walau pendonor bisa tetap hidup normal setelah satu ginjalnya diangkat, menurut Ari, kondisi kesehatan wajib dijaga

Editor: Siti Fatimah
net
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Setiap orang menginginkan dapat hidup sehat tanpa ada penyakit apa pun terutama penyakit berat. Namun kondisi setiap orag tentu berbeda.

Seperti orang yang memiliki kelainan ginjal dan memilih mencangkok ginjal.

Pendonor yang telah memberikan ginjalnya tentu akan menghadapi kehidupan dengan hanya satu ginjal, tentu sesuatu hal yang tidak mudah.

Mereka yang mencangkokan ginjalnya untuk orang lain harus lebih memperhatikan kesehatannya terutama dari hal-hal yang bisa mempengaruhi fungsi ginjalnya yang memang hanya tinggal satu.

Baca juga: Kendalikan Tekanan Darah Tinggi Kalau Tidak Mau Hal Mengerikan Ini Terjadi Pada Ginjal

Dikutip dari Kompas.Com, ginjal merupakan salah satu organ vital dalam tubuh kita.

Setiap manusia memiliki dua buah ginjal dan secara umum tidak akan ada masalah jika salah satu ginjal diberikan kepada orang lain.

Meski begitu, ada beberapa kondisi yang dapat mengganggu fungsi ginjal tersebut.

Pencangkokan ginjal sudah dilakukan dalam dunia kedokteran sejak awal abad ke-20.

Ginjal baru tentu akan mengembalikan fungsi ginjal penderita gagal ginjal.

Di Indonesia, cangkok ginjal dan juga kornea mata sudah rutin dilakukan.

Hanya, kendala utamanya terkait donor.

Terungkapnya kasus transplantasi ilegal karena melibatkan jual beli organ ginjal menunjukkan masih lemahnya pengawasan dari pihak berwenang.

Cangkok ginjal merupakan prosedur rumit dan juga penuh risiko.

Kualifikasi utama sebagai pendonor (memberikan organ) adalah dalam kondisi sehat tanpa ada masalah kesehatan yang dapat memberi risiko komplikasi selama atau setelah pembedahan.

Baca juga: Jangan Asal Makan Junk Food Kalau Tidak Ingin Tekena Kanker dan Gangguan Ginjal, Ini Bahaya Lainnya

Menurut penjelasan dr Ari Fahrial Syam, Sp PD (K), proses pemeriksaan harus dilakukan komperhensif, bukan hanya fisik, melainkan juga psikis.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved