Waduh, Usia Muda Sudah Alami Impotensi, Gaya Hidup Berikut Tenyata Jadi Pemicunya

Para peneliti menemukan bahwa impotensi mempengaruhi 26 % laki-laki dewasa di bawah usia 40 tahun

Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Gaya hidup atau life style saat ini seperti banyak konsumsi junk food, merokok, begadang, serta gaya hidup tidak sehat banyak memicu munculnya masalah kesehatan.

Seperti halnya persoalan kesehatan organ intim lelaki, bila sebelumnya persoalan impotensi dikaitikan denganorang lanjut usia atau lansia, kini impotensi juga bisa terjadi pada usia muda.

Ternyata bukan hanya alkohol dan merokok saja yang bisa picu impotensi di usia muda, perlu diwaspadai juga kalau sering memakai obat penumbuh rambut juga bisa mengakibatkan gangguan pada organ intim lelaki tersebut, berikut penjelasannya.

Akrab dengan Ponsel 4 Jam Per Hari Berpotensi Kena Impotensi

Dikutip dari Kontan.Id, dewasa ini, impotensi kerap terjadi sebagai akibat gaya hidup yang salah dan kondisi fisik atau penyakit.

Inilah sebabnya kini impotensi tidak memandang usia.

Impotensi atau disfungsi ereksi menyebabkan seseorang tidak mampu ereksi maupun mempertahankan ereksi penis, sehingga kegiatan seksual terhambat.

Pada umumnya, kaum laki-laki yang telah berusia lanjut sering mengalami gangguan tersebut.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua laki-laki yang telah berumur akan mengalami hambatan seksual itu.

Sebuah studi pada Juli 2013 oleh Journal of Sexual Medicine menunjukkan bahwa impotensi terjadi lebih umum di antara pria yang lebih muda daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Para peneliti menemukan bahwa impotensi mempengaruhi 26 % laki-laki dewasa di bawah usia 40 tahun.

Hampir setengah dari orang-orang muda menderita impotensi parah.

Lantas, apa penyebab impotensi di usia muda?

Model Pria Ini Rela Alami Impotensi Demi Miliki Rambut yang Indah

1. Sering mengonsumsi alkohol

Alkohol adalah depresan sistem saraf yang bisa memblokir impuls saraf serta menghalangi komunikasi otak dengan tubuh.

Alkohol akan mempengaruhi sistem kerja saraf saat ereksi, sehingga tidak terjadi kesinambungan antara otak dan saraf yang mengatur penis agar ereksi.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved