Rabu, 20 Mei 2026

JIKA TSUNAMI 20 Meter Terjadi, 25.000 Warga di 7 Kecamatan di Garut Ini Bisa Tumpas dalam 10 Menit

Itu sebabnya jika gempa terjadi, segera menyelamatkan diri. Jangan perhatikan harta benda saat terjadi bencana. Harus lari ke atas secepatnya

Tayang:
GRAFIS TRIBUN JABAR / WAHYUDI UTOMO
ilustrasi. Infografis tsunami di Selat Sunda. 

TRIBUNJABAR.ID - Warga di tujuh kecamatan di selatan Garut, kemungkinan tidak akan selamat jika tsunami setinggi 20 meter benar-benar terjadi.

Ada sekitar 25 ribu jiwa di tujuh kecamatan di selatan Kabupaten Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan tujuh kecamatan itu adalah Caringin, Mekarmukti, Bungbulang, Pakenjeng, Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet.

Namun, yang paling berbahaya itu Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet, serta Rancabuaya di Caringin.

Warga hanya punya waktu 10 menit untuk menyelamatkan diri jika gempa kuat di zona megathrust seperti yang dikhawatirkan para ahli terjadi.

"Ada sekitar 25 ribu orang yang rumahnya di sana berada di di bawah 20 meter," ujar Rudy di halaman Setda Garut, Senin (28/9/2020).

"Pameungpeuk, Cikelet, dan Cibalong itu tiga kecamatan yang posisinya berada di lokasi yang rendah. Di Pasar Padaawas saja itu hanya 15 sampai 17 mdpl. Apalagi di Masjid Pameungpeuk cuma tujuh emet di atas permukaan laut."

Informasi tentang potensi tsunami setinggi 20 meter belakangan menjadi perbincangan menyusul hasil kajian para ahli kebumian ITB yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature baru-baru ini.

Kesaksian Warga Saat Gempa Landa Pangandaran, Waswas Ingat Megathrust & Tsunami, Trauma 3 Tahun Lalu

Daftar 11 Tsunami Indonesia yang Akibatkan Banyak Korban Jiwa, Catatan dari Tahun 1674 hingga 2018

Gempa Bumi Pangandaran, Karyawan Berlarian, Warga Was-was Heboh Megathrust dan Tsunami 20 Meter

Para ahli menyebut adanya potensi gempa kuat di zona megathrust di selatan Pulau Jawa yang bisa memicu tsunami dahsyat.

Pukan hanya di Jawa, tapi juga di sebagian pesisir Sumatera.

Rudy mengatakan, meski baru tahap kajian, apa yang dipublikasikan oleh para ahli ini harus mereka sikapi dengan serius.

"Kami secepatnya melakukan simulasi mitigasi bencana, terutama di ketujuh kecamatan yang diperkirakan terdampak.
Sekarang kami siapkan untuk jalur evakuasi. Sudah ada jalur evakuasi ke suatu daerah di atas ketinggian 40 sampai 50 meter di atas permukaan laut," ujarnya.

Mitigasi ini, menurut Rudy, minimal dapat mengurangi jumlah korban jika bencana melanda.

Warga pun diimbau untuk menyelamatkan diri secepat mungkin ke lokasi evakuasi.

Terlebih, jika gempa dan tsunami terjadi, warga di di Kecamatan Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet, diperkirakan hanya memiliki waktu 10 menit untuk menyelamatkan diri.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved