Adit Bermain Bola dengan Sebelah Kaki, Raih Penghargaan Jadi Tokoh Inspiratif Manager Persib Bandung
Adit mengaku INAF telah membuat semangatnya untuk terus bermain sepak bola kembali meningkat.
Kisah inspiratif datang dari Aditya, warga Jalan Parakan Saat, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.
PRIA berusia 23 tahun ini terus mewujudkan mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola, sekalipun hanya menggunakan satu kaki.
Adit, begitu Aditya biasa disapa, mengaku kakinya terpaksa diamputasi karena salah penanganan ketika mengalami cedera saat latihan, 2017 silam.
Cedera terjadi saat ia dan timnya tengah giat-giatnya melakukan persiapan untuk mengikuti kejuaraan Torabika Campus Cup.
"Saya terlibat benturan dengan penjaga gawang. Akibatnya, tulang saya patah,” kata Adit sembari melihat kakinya saat ditemui di Lapangan Futsal Progresif, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (17/9/2020).
Adit mengaku, setelah kejadian tersebut, ia pun segera mengobati kakinya pada seorang ahli patah tulang.
"Namun, ketika itu rupanya terjadi kekeliruan dalam penangannya. Akibatnya, kaki saya terpaksa harus diamputasi," ujarnya.
Adit mengatakan, berdasar diagnosis dokter, ada banyak jaringan di kakinya yang patah yang sudah tidak berfungsi lagi.
Jaringan yang sudah tak lagi berfungsui itu ternyata sangat berisiko membahayakan dirinya jika tidak diamputasi.
“Keputusan yang saya ambil tentu berat. Dulu sebelum menempuh jalan ini, saya salat istikharah meminta jalan terbaik kepada Tuhan. Akhirnya setelah beberapa pertimbangan, dorongan orang tua dan teman-teman saya dan juga diagnosis dokter yang mengatakan harus dilakukan operasi, akhirnya saya kukuh dengan keputusan ini,” katanya.
Pascaoperasi, anak kedua dari tiga bersaudara itu harus melakukan fisioterapi.
Dia juga harus beradaptasi untuk bisa berjalan menggunakan satu kakinya dengan bantuan tongkat, hingga akhirnya bisa kembali berjalan bahkan berlari dengan menggunakan kaki palsu.
Tekad Adit untuk terus mewujudkan mimpinya sekalipun memiliki keterbatasan fisik, membuatnya mendapat penghargaan pada tahun 2019 sebagai tokoh inspiratif dari Manager Persib Bandung, Umuh Muchtar.
Adit juga bergabung di INAF atau Indonesia Amputee Football, yakni wadah bagi pesepak bola yang kakinya telah diamputasi yang ada di Indonesia.
Dia bergabung di sana sejak September 2019. Adit mengaku INAF telah membuat semangatnya untuk terus bermain sepak bola kembali meningkat.