Sering Tidak Bisa Menahan Kencing? Waspadai Kondisi Medis Ini

Inkontinensia urine adalah keluarnya urine di luar kehendak, sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan maupun sosial.

Editor: Siti Fatimah
Thinkstockphotos
ILUSTRASI 

Risiko seseorang mengalami inkontinensia urine akan meningkat jika memiliki anggota keluarga yang lebih dulu mengalami inkontinensia urine, terutama inkontinensia desakan.

6. Kondisi medis lainnya

Penyakit seperti gangguan saraf, gangguan imun, dan diabetes dapat meningkatkan risiko inkontinensia urine.

Penyebab inkontinensia urine

Inkontinensia urine ada yang bersifat sementara dan menetap.

Inkontinensia urine bersifat sementara dapat disebabkan oleh pengaruh minuman, makanan, dan obat-obatan tertentu yang merangsang kandung kemih dan meningkatkan volume urine.

Beberapa makanan dan minuman yang bisa menyebabkan inkontinensia urine antara lain, yakni:

Alkohol

Kafein

Minuman yang mengalami proses karbonasi atau soda

Pemanis buatan

Cokelat

Cabai

Makanan yang banyak memakai bumbu dan banyak gula

Makanan yang bersifat asam, seperti jeruk

Sedangkan sejumlah obat-obatan yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami inkontinensia urine, yakni:

Obat untuk penyakit jantung dan hipertensi

Obat penenang

Pelemas otot

Suplemen vitamin C dosis tinggi

Sementara itu, inkontinensia urine menetap bisa terjadi karena adanya kondisi atau perubahan fisik seseorang seperti:

Kehamilan

Proses persalinan

Pertambahan usia (degeneratif)

Menopause

Operasi pengangkatan rahim

Pembesaran prostat

Kanker prostat

Riwayat operasi daerah panggul

Sumbatan traktus urinarius

Gangguan saraf

Inkontinensia urine menetap juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti infeksi saluran kencing (ISK) dan konstipasi.

Cara mengobati inkontinensia urine

Terapi inkontinensia urine dapat dilakukan tergantung dari tipe kelainan yang dialami, derajat, dan penyebab yang mendasarinya.

Penanganan awal pada inkontinensia tekanan, desakan, dan campuran, meliputi:

Anjuran untuk memperbaiki gaya hidup, seperti menjaga berat badan ideal, mengurangi asupan kafein, dan berhenti merokok

Melakukan terapi fisik atau fisioterapi, seperti latihan otot dasar panggul, penggunaan biofeedback, dan stimulasi elektrik

Pengaturan jadwal berkemih

Terapi perilaku

Pemberian obat-obatan

Sedangkan penanganan awal pada kasus inkontinensia urine luapan dan kontinu bergantung pada sebab yang mendasarinya.

Misalnya, jika penyebab inkontinensia urine karena ada pembesaran prostat jinak, kemungkinan diperlukan tindakan operasi.

Cara mencegah inkontinensia urine

Inkontinensia urine pada dasarnya dapat dicegah sejak dini.

Melansir Medical News Today, berikut ini adalah beberapa cara mencegah inkontinensia urine yang dapat dilakukan:

Menjaga berat badan ideal, sehingga tidak memicu penyakit-penyakit lain yang bisa memicu inkontinensia urine
Rutin melatih otot dasar panggul

Hindari kafein, alkohol, dan makanan yang bersifat asam

Konsumsi makanan berserat, untuk mencegah konstipasi yang dapat menyebabkan inkontinensia urin
Hindari atau berhenti merokok

Segeralah ke dokter spesialis bedah urologi jika Anda memang mulai merasakan gejala inkontinensia urine. 

Sumber: Kompas
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved