Rabu, 13 Mei 2026

Mengenal Super Flu Subclade K: Penjelasan Ahli IDAI Soal Risiko, Gejala, dan Kelompok Rentan

apa itu Super Flu Subclade K? Simak penjelasan dr. Nastiti Kaswandani (IDAI) mengenai gejala Influenza A H3N2 varian baru.

Tayang:
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ravianto
SHUTTERSTOCK
APA ITU SUPER FLU - ilustrasi demam. Apa itu Super Flu Subclade K? Simak penjelasan dr. Nastiti Kaswandani (IDAI) mengenai gejala Influenza A H3N2 varian baru, risiko pada balita, dan pentingnya vaksinasi 
Ringkasan Berita:
  • Varian: Super Flu merujuk pada Influenza A H3N2 Subclade K yang memiliki kemampuan menular lebih cepat namun gejalanya serupa flu biasa.
  • Diagnosis: Identifikasi varian ini membutuhkan tes Whole Genome Sequencing (WGS); r
  • Kerentanan: Balita, lansia, dan penderita penyakit jantung/imun rendah menjadi kelompok paling berisiko.
  • Pencegahan: Vaksinasi influenza tahunan dan PHBS tetap menjadi kunci utama karena Subclade K belum terbukti kebal terhadap vaksin saat ini.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Istilah "Super Flu" tengah menjadi sorotan seiring lonjakan kasus influenza secara global.

Pakar kesehatan menegaskan bahwa Super Flu bukanlah penyakit baru

Melainkan evolusi dari virus Influenza A H3N2 yang kini dikenal sebagai Subclade K (sebelumnya disebut subgrade K).

apa Itu Super Flu Subclade K?

Anggota UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp. Respi(K), menjelaskan bahwa varian ini dominan ditemukan di belahan bumi utara sejak akhir 2025.

"Subclade K ini tetap bagian dari H3N2, namun memiliki karakteristik evolusi yang tinggi. Artinya, virus ini lebih mudah menular dan berpotensi memicu kasus influenza massal," ujar dr. Nastiti dalam diskusi virtual, Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Waspada Super Flu Subclade K Masuk Jawa Barat, Kenali Gejala Demam Tinggi dan Kelelahan Ekstrem

Gejala Super Flu: Apakah Lebih Parah?

Secara klinis, dr. Nastiti menyebut gejala Super Flu tidak berbeda dengan influenza pada umumnya. Masyarakat diminta waspada jika mengalami:

  • Demam Tinggi dan Menggigil
  • Sakit Kepala dan Nyeri Otot
  • Nyeri Tenggorokan
  • Pilek dan Batuk

Penting: Dokter tidak bisa membedakan varian Subclade K hanya dari gejala fisik.

Diperlukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) di laboratorium khusus untuk memastikannya, serupa dengan cara membedakan varian Delta atau Omicron pada Covid-19.

Kelompok Paling Berisiko

Meski menyerang semua usia, kelompok berikut memiliki risiko keparahan hingga kematian yang lebih tinggi:

  • Balita dan Lansia.
  • Ibu Hamil.
  • Individu dengan Komorbid: Penderita penyakit jantung bawaan, kanker, HIV, autoimun, atau pasien yang mengonsumsi obat penekan sistem imun.

Pola Penyebaran di Indonesia

Berbeda dengan negara empat musim yang puncaknya terjadi di musim dingin, di Indonesia kasus influenza ditemukan sepanjang tahun.

"Di Indonesia, peningkatan biasanya terpantau pada periode Oktober–November."

"Karena ada sepanjang tahun, imunisasi influenza dianjurkan diberikan kapan saja bagi anak minimal usia 6 bulan," tambah dr. Nastiti.

Langkah Pencegahan dan Pengobatan

  • Vaksinasi: Langkah paling efektif mencegah penularan. Hingga kini, belum ada bukti Subclade K kebal terhadap vaksin influenza yang ada.
  • Obat Antivirus: Jika terdeteksi risiko tinggi, dokter dapat meresepkan antivirus seperti Oseltamivir.
  • PHBS: Menggunakan masker saat sakit, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved