Hanya Rp 2 Ribu Tapi Mampu Cukupi Kebutuhan Asupan Gizi Anak-anak
Bukan jadi alasan jika kondisi dan situasi saat ini membuat para orang tua abai terhadap pentingnya asupan gizi anak.
Penulis: Oktora Veriawan | Editor: Oktora Veriawan
BANDUNG, TRIBUN – Asupan gizi makro dan mikro sangat penting dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja untuk menunjang masa pertumbuhan mereka. Bukan jadi sebuah alasan jika kondisi dan situasi saat ini, di mana sedang pandemi Covid-19, para orang tua abai terhadap pentingnya asupan gizi bagi putra-putri mereka.
Oleh karenanya Nestlé kembali meluncurkan produk terbarunya yaitu susu sachet Nestle Ideal untuk menjawab situasi dan kondisi saat ini. Dengan harga yang terjangkau Rp 2 ribu rupiah per sachet, bisa menjadi solusi bagi orang tua dalam pemenuhan asupan gizi bagi putra-putri mereka.
“Memahami pentingnya pemenuhan zat gizi mikro dalam proses tumbuh kembang anak serta bagi keluarga Indonesia, Nestlé menghadirkan Nestlé Ideal minuman berfortifikasi zat gizi mikro yang tinggi kalsium, tinggi zat besi, serta zink, dan Vitamin A, C, D dengan harga yang terjangkau untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi mikro harian. Besar harapan kami produk Nestle bisa mendukung tumbuh kembang anak menjadi generasi maju di masa yang akan datang,” kata Business Executive Officer Business Unit Dairy Nestlé Indonesia Windy Cahyaning Wulan dalam peluncuran produk tersebut sacara virtual, Rabu (16/9/2020) siang.
Turut hadir sebagai salah satu keynote speaker secara daring dalam acara tersebut yakni Ketua Tim Pergerak PKK Provinsi Jawa Barat, Attalia Praratya Ridwan Kamil. Menurut dia, persoalan gizi jadi isu penting di Jabar. Maka dari itu, Pemprov berupaya mengedukasi masyarakat melalui para kader PKK mengenai pentingnya asupan gizi bagi anak-anak.
“Perlu adanya edukasi menyeluruh akan pentingnya gizi makro maupun mikro. Zat gizi mikro merupakan hal yang seringkali luput dari perhatian. Oleh karena itu edukasi lebih lanjut mengenai hal ini tentunya diperlukan," ujar Atalia.
Pandemi Covid-19, kata dia, berdampak besar bagi mayoritas keluarga di Indonesia. Banyak masyarakat yang jadi kesusahan dalam pemenuhan gizi. “Kami juga rutin memberikan bantuan pemenuhan asupan gisi, baik itu makro maupun mikro, bagi seluruh keluarga di Jawa Barat,” kata dia.
Indonesia masih menghadapi masalah malnutrisi yang memerlukan perhatian pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi masalah ini guna memastikan kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk di Jawa Barat.
Dengan kondisi perekonomian yang sedang terpuruk ini, Attalia memberikan apresiasi kepada Nestlé yang menghadirkan produk yang terjangkau untuk pemenuhan asupan gizi anak. “Saya mendukung penuh dan apresiasi kepada Nastle Ideal yang berkontribusi dalam pengentasan kekurangan gizi di Indonesia,” kata dia.
Lula Kamal, selaku pemerhati kesehatan menjelaskan, “Orang tua perlu mewaspadai kondisi ini karena gejalanya yang tak kasat mata. Bila anak mudah lelah dan kehilangan konsentrasi ketika sedang belajar, bisa jadi ia kekurangan zat besi atau vitamin C. Hal seperti inilah yang perlu diinformasikan kepada para orang tua".
Pada kesempatan yang sama, Febrita Lustia Herman Deru selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan dan Ibu Gubernur Sumatera Selatan menambahkan saat ini, berbagai program kecukupan gizi makro dan mikro terus digalakkan di wilayahnya.
"Salah satunya kami telah melakukan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan edukasi bagi masyarakat bekerjasama dengan tenaga kesehatan, pengurus, serta kader PKK. Kami memahami bahwa zat gizi makro dan mikro merupakan hal yang penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Diharapkan produk baru Nestle ini bisa membantu kecukupan nutrisi dan gizi anak Indonesia,” harapnya.
Johanlie Aliffin, selaku Category Marketing Manager Business Unit Dairy Nestle Indonesia pun menambahkan, “Melihat perlunya upaya untuk mengatasi permasalahan defisiensi zat gizi mikro di Indonesia, di samping peluncuran NESTLÉ IDEAL, kami juga menjalankan program Nutrisi Keliling Ideal yang bertujuan mengedukasi dan menjangkau satu juta keluarga Indonesia di berbagai daerah, dimulai dari wilayah Jawa Barat dan Pulau Sumatera.”
Stephan Sinisuka, Head of Corporate Communication Nestle Indonesia, menambahkan Nestle Ideal terjangkau oleh semua lapisan masyarakat karena harganya memang pas di kantong masyarakat. Meskipun murah, tapi kandungan zat dalam produk ini mampu memberikan pemenuhan gizi mikro.
Eka Hardiana selaku market nutritionist PT Nestlé Indonesia, menjelaskan saat ini sebanyak 50% anak Indonesia kurang zat besi, 60% kurang zat zinc, 80% kurang kalsium, 70% kurang vitamin A dan C, serta 45% anak kurang vitamin D.
“Dengan meminum susu Nestle Ideal 2 gelas sehari sudah bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak-anak,” kata dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/webinar-gizi-nestle.jpg)