Breaking News:

Jadi Zona Merah, Wali Kota Cimahi Minta Pengurus Kewilayahan Kunci Wilayah Masing-masing, Lockdown?

Wali Kota Cimahi meminta pengurus kewilayahan memperketat keluar masuk warga seiring Cimahi yang jadi zona merah.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna saat menemukan para pemuda yang tidak taat protokol kesehatan Covid-19 di Alun-alun Kota Cimahi, Rabu (12/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kota Cimahi dinyatakan masuk zona merah atau masuk dalam risiko tinggi penyebaran dan penularan Covid-19.

Hal tersebut diumumkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kemarin, Senin (14/9/2020).

Lantas apa respons Pemkot Cimahi?

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan hampir di semua wilayah mengalami kenaikan kasus Covid-19.

"Rata-rata trennya naik, termasuk Kota Cimahi, begitulah faktanya. Kami akan koordinasi kepada pengurus kewilayahan, RT, RW untuk mengunci wilayahnya masing-masing," kata Ajay M Priatna di kediamannya, Senin (14/9/2020).

Ajay mengatakan, masing-masing wilayah khususnya RT dan RW di Cimahi lebih ketat menjaga wilayahnya, agar tidak sembarangan orang-orang keluar masuk, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih tinggi.

Jika ada orang yang menginap di wilayah Cimahi, setidaknya tamu tersebut memberitahukan kepada RT, RW, lurah, atau puskesmas setempat, minimal dilakukan rapid tes.

Ajay juga mengatakan, di Cimahi saat ini ada yang dikenal klaster guru.

Rata-rata penyebaran dan penularan Covid-19 di Cimahi dikatakannya berasal dari luar Kota Cimahi.

Halaman
123
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved