Breaking News:

Waspadai Sindrom Bokong Mati Rasa Akibat Kelamaan Duduk di Kursi

Duduk dalam waktu lama memang dapat melemahkan gluteus medius, satu dari tiga otot utama di bokong kita

Editor: Adityas Annas Azhari
shutterstock
Illustrasi. 

TRIBUNJABAR.ID - Duduk sepanjang hari bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian bokong (pantat).

Kondisi tersebut kini sering dikeluhkan oleh mereka yang bekerja di belakang meja atau setelah mengendarai mobil dalam perjalanan jauh.

Kondisi ini secara medis diberi nama lower cross syndrome, gluteal amnesia atau gluteus medius tendinosis. Sebutan lebih mudahnya, sakit bokong atau sindrom bokong mati rasa.

Namanya mungkin terdengar lucu, namun rasa tidak nyaman yang dirasakan jelas tidak lucu.

Menurut ahli tulang, Andrew Bang, DC, istilah itu digunakan agar lebih mudah dipahami. Mereka yang mengalami sindrom ini merasakan otot yang tegang dan lemah yang menciptakan sebuah ketidakseimbangan.

Duduk dalam waktu lama memang dapat melemahkan gluteus medius, satu dari tiga otot utama di bokong kita. Kebanyakan duduk juga dapat menyebabkan rasa kencang pada fleksor pinggul.

Otot Gluteus medius berfungsi menstabilkan pinggul dan panggul. Jika otot ini lemas dan tidak dapat berfungsi optimal, kita mungkin akan mengalami berbagai tingkat nyeri pinggul dan punggung bawah saat duduk, bahkan terkadang saat bergerak.

"Kelemahan otot juga dapat menekan, menarik atau mencubit saraf, yang menyebabkan mati rasa," kata Bang.

Kelemahan terjadi secara berangsur-angsur dan banyak orang tidak tahu apa penyebabnya. Sindrom ini tidak hanya terjadi pada orang yang banyak duduk, tetapi juga pada orang-orang yang aktif.

Para atlet, terutama pelari yang lupa melakukan cross-training atau latihan kekuatan juga bisa mengalami sindrom ini. Namun, sindrom ini pada umumnya akan membaik tanpa harus mengonsumsi obat atau operasi.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved