Banyak Pasangan Bercerai di Indramayu sebab Sulit Salurkan Hasrat Biologis, Ditinggal Pergi jadi TKI
ingginya minat masyarakat Kabupaten Indramayu menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKI membuat banyak pasangan bercerai.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tingginya minat masyarakat Kabupaten Indramayu menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI)/TKI membuat banyak pasangan bercerai.
Hal tersebut diungkapkan Humas Pengadilan Agama Indramayu, Agus Gunawan kepada Tribuncirebon.com di ruangannya, Selasa (25/8/2020).
Agus Gunawan mengatakan, karena salah satu pasangan kurang terpenuhi kebutuhan biologisnya, banyak pasangan yang memutuskan untuk bercerai.
"Saya kira itu menjadi salah satu faktor juga karena rata-rata yang pergi ke luar negeri itu ya hanya pihak perempuannya saja, sedangkan yang di rumah itu suami," ujar dia.
• Belajar Secara Tatap Muka di Majalengka Tuai Pro Kontra, Kadisdik Bilang Sesuai Prosedur
Agus Gunawan menceritakan, berdasarkan pengakuan dari para penggugat cerai umumnya, banyak dari suami mereka melampiaskan hasrat biologis dengan orang lain.
Begitu pun sebaliknya saat istri berada di luar negeri.
Ia juga menyayangkan fenomena tersebut justru menjadi faktor retaknya hubungan pernikahan yang selama ini dibangun.
Namun, berdasarkan data gugatan mayoritas dari mereka mengaku karena persoalan ekonomi.
Dari persoalan ekonomi ini juga yang membuat banyaknya masyarakat memutuskan bekerja ke luar negeri dan membuat tidak sedikit pasangan bercerai.
• Ini Sanksi Bagi Pedagang jika Mendirikan Warung di Jalur Hijau Pamulihan Sumedang
Angka perceraian di Kabupaten Indramayu pun membludak setiap harinya dan sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya.
Tercatat rata-rata ada ribuan pasangan yang bercerai di Kabupaten Indramayu setiap bulannya.
"Bisa dilihat dari data perceraian di Jawa Barat tertinggi itu Kabupaten Indramayu kemudian Kabupaten Bandung," ujarnya.