Breaking News:

Pria Pengangguran di Indramayu Ini Tega Cabuli Saudaranya yang Usia 10 Tahun, Terpergok Ayah Korban

Tindakan bejat pelaku juga sempat diketahui oleh ayah dari korban. Ia menyaksikan langsung anak kandungnya itu menjadi korban pelecehan.

Tribun Medan
Ilustrasi pencabulan 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pria berinisial S (35) warga Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu ini tega mencabuli tetangga sekaligus saudaranya sendiri yang masih di bawah umur.

Kejadian itu terungkap pada Selasa (18/8/2020) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Korban yang masih berusia 10 tahun dan duduk di bangku kelas 5 SD pada malam itu diketahui belum tidur dan menjadi pelampiasan napsu bejatnya pelaku di kamar mandi rumah korban.

Gara-gara Cium Tangan Orang yang Sudah Tua, Sembilan Orang di Tangerang Terpapar Covid-19

Koordinator Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kabupaten Indramayu, Adi Wijaya mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diseret ke kamar mandi dan diikat sehingga tidak bisa melakukan perlawanan.

"Kejadian jam 3 pagi anak tersebut disekap mulutnya, dipegang dan dilecehkan dari belakang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (24/8/2020).

Adi Wijaya mengatakan, tindakan bejat pelaku juga sempat diketahui oleh ayah dari korban.

Ia menyaksikan langsung anak kandungnya itu menjadi korban pelecehan.

Ini Ancaman Hukuman Penjara bagi Pelempar Bom Molotov Kantor PDIP di Cileungsi Bogor

Tidak diketahui secara pasti alasan pelaku tega melakukan perbuatan keji tersebut terhadap korban.

"Pelaku ini pengangguran, usianya 35 tahun," ujarnya.

Perbuatan korban saat ini sudah dilaporkan keluarga ke pihak berwajib melalui Surat Tanda Bukti Penerimaan Laporan Nomor STBPL/B/323/VIII/2020/SPKTIII per tanggal 19 Agustus 2020.

Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hamzah Badaru membenarkan laporan tersebut.

Ia mengatakan, kasus tersebut kini dalam tahap penyelidikan polisi.

Polisi juga tengah memeriksa saksi-saksi, melakukan visum, dan pengumpulkan barang bukti lainnya untuk meningkatkan kasus perkara menjadi tahap penyidikan.

"Yang pasti untuk penanganan anak sebagai korban yang paling penting kita obati dulu psikis si anak tersebut," ujar dia

Ini Ancaman Hukuman Penjara bagi Pelempar Bom Molotov Kantor PDIP di Cileungsi Bogor

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved