NU Minta Santri Cegah Merosotnya Partisipasi Pemilih di Pilkada Cianjur
"Jangan sampai tidak menggunakan hak pilih. Kecenderungan di Cianjur dari Pilkada ke Pilkada itu, jumlah pemilih menurun."
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Partisipasi pemilih terus merosot di tiga pemilihan kepala daerah ( Pilkada ) terakhir di Kabupaten Cianjur.
Terakhir, pada 2015, hanya separuh dari jumlah warga yang memiliki hak pilih yang ikut mencoblos. Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cianjur berharap Pilkada 2020 menjadi titik balik.
Ketua Pengurus Cabang NU Cianjur, KH Choirul Anam, meminta santri untuk menggunakan hak pilih mereka di Pilkada Cianjur 2020.
Choirul mengatakan hal itu setelah melantik Ikatan Santri Nahdlatul Ulama (IsaNU) Kabupaten Cianjur, Kamis (20/8/2020).
"Menghadapi Pilkada yang akan datang, NU secara kelembagaan, secara organisasi, tidak akan mendukung pasangan mana pun, karena NU berada di jalur khitah," ujar Choirul.
Hal paling penting, ucapnya, NU akan mengimbau warga Nahdliyin termasuk para santri yang punya hak pilih dan sebagian pemilih pemula untuk menggunakan hak politik mereka.
• Demokrat dan PKS Tarik Ulur Soal Pengusungan Dina Lorenza di Pilkada Kabupaten Bandung
• Politik Indramayu Makin Panas Jelang Pilkada, Beredar Blanko Surat Pernyataan Dukung Calon dari UPTD
"Jangan sampai tidak menggunakan hak pilih. Kecenderungan di Cianjur dari Pilkada ke Pilkada itu, jumlah pemilih menurun. Ketika saya masih di komisioner KPU itu tingkat partisipasi 70 persen lebih kemudian tahun 2010 turun menjadi 66 persen, lima tahun yang lalu cuma 56 persen," katanya.
Choirul mengatakan, NU akan mengawal Pilkada ini sebagai proses pendidikan politik bagi masyarakat di Cianjur.
Selain tentang Pilkada, Ketua PCNU Cianjur itu menyinggung urgensi adanya organisasi yang mewadahi para santri.
Di samping sebagai wadah kesatuan dan persatuan para santri, ucapnya, InsaNU juga sebagai wadah pengembangan kreativitas dan kaderisasi para ulama.
"Pesan kami sebagai orang tua biar ada pemimpin-pemimpin formal dan nonformal di masa yang akan datang. Kami berharap IsaNU ini menjadi badan otonom NU," katanya.
Dia mengingatkan agar santri tidak termarjinalkan setelah kehadiran Keppres tentang Pondok Pesantren dan Hari Santri.
Choirul menargetkan pada 22 Oktober nanti InsaNU di semua pondok pesantren di Cianjur.
"Saya belum mendata totalnya, tapi satu pondok pesantren saja santrinya bisa mencapai 3.500 orang," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pcnu-cianjur-membentuk-ikatan-santri-nahdlatul-ulama.jpg)