Kota Bekasi Akan Berlakukan Karantina Wilayah Setelah Kasus Covid-19 Melonjak Sejak Akhir Juli
Karantina wilayah di tingkat RW akan dibelakukan Pemerintah Kota BekasiHal itu dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus positif corono atau Covid.
TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Karantina wilayah di tingkat RW akan dibelakukan Pemerintah Kota BekasiHal itu dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus positif corono atau Covid-19.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengungkapkan, peningkatan kasus ini mulai tinggi sejak akhir Juli 2020.
"Kembali kepada status siaga RW, kepada karantina wilayah RW dan di RT," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrbhaga, Selasa (18/8/2020).
Rahmat menjelaskan karantina wilayah khusus diterapkan di RW yang terdapat kasus positif corona maupun RW tetangga yang terdapat kasus.
Karantina wilayah ini juga dilakukan melihat angka kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang meningkat.
"Kita akan mulai ingatkan kembali ke warga protokol kesehatan, bersama Polres dan Kodim. Kita akan sosialisasikan ke RT RW juga," imbuh dia.
Rahmat mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.
Meskipun masa new normal, bukan berarti virus corona ini sudah hilang. Tingkat kesadaran warga juga jangan pernah kendur.
"Ini kan seolah-olah saat kita lepas menjadi adaptasi baru itu semua seolah-olah menganggap tidak ada lagi (corona), maka kita ingatkan lagi," tuturnya.
Diketahui, total kasus positif corona di Kota Bekasi ada sebanyak 1.324 orang.
Dari angka itu, 1.044 di antarnya sudah dinyatakan sembuh dan 55 orang meninggal dunia.
Sedangkan 225 orang masih menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan dan isolasi mandiri.
Pemerintah Kota Bekasi mencatat ada sebanyak 155 kasus klaster keluarga penyebaran corona atau Covid-19.
Dari 155 klaster keluarga itu, ada 437 orang terpapar corona atau Covid-19 dari total 1.324 kasus positif corona.
• 6 Fakta Uang Pecahan Rp 75 Ribu, Dicetak Hanya 75 Lembar, Begini Cara Mendapatkannya
Muncul klaster keluarga
Pemerintah Kota Bekasi mencatat ada sebanyak 155 kasus klaster keluarga penyebaran corona atau Covid-19.
Dari 155 klaster keluarga itu, ada 437 orang terpapar corona atau Covid-19.
"Dari 1.324 kasus positif, 437 diantarnya dari klaster keluarga, dengan 155 kepala keluarga (KK),"kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, kepada awak media, pada Selasa (18/8/2020).
Rahmat mengungkapkan pihaknya bakal melakukan pengecekan massal berupa rapid test maupun swab test PCR ke wilayah sekitar yang terdapat klaster keluarga.
Langkah ini dilakukan untuk melakukan pemetaan dan pendeteksian tingkat penyebaran klaster keluarga di sekitar lingkungan.
"Minggu depan dilakukan rapid kepada 155 keluarga tapi bukan di RW itu, di sebelahnya kita ingin mencari apakah ada dampak nggak disebelahnya," beber dia.
Rahmat melanjutkan jika hasil rapid test ke lingkungan sekitar terdapat kasus positif corona, artinya klaster keluarga ini sudah menjadi penyebaran transmisi yang luar biasa.
"Maka kita mau cek untuk melihat perkembangan-perkembangan transmisi keluarga ini," ucapnya.
Terjadinya peningkatkan kasus karena klaster keluarga, Rahmat menyebut penyebabnya karena protokol kesehatan jarang diterapkan ketika di dalam rumah.
Padahal, harus tetap diterapkan jika ada keluarga datang bertamu seperti jaga jarak dan memakai masker.
"Karena transmisinya ini kan sekarang seolah-olah pada saat kita lepas menjadi adaptasi baru itu semua seolah-olah menganggap tidak ada lagi. Nah ini kita kan engga tahu ya, apakah ada virus atau membawa virus," ungkap dia.
Rahmat juga mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti standar protokol kesehatan sesampainya di rumah seusai beraktivitas di luar.
Standar itu mulai mencuci tangan dan mengganti pakaian yang telah dipakai keluar rumah.
"Itu sudah harusnya jadi standar, masuk cuci tangan semua, baju ganti, mandi, dan sepatu jangan dimasukin, taruh di luar," terang dia.
Atas kondisi peningkatan itu, Rahmat bakal kembali memberlakukan karantina wilayah dengan menyiapkan RW siaga.
Pihaknya bekerja sama dengan Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507 Kota Bekasi untuk bersama-sama kembali meningkatkan pengawasan protokol kesehatan di masyarakat.
"Sekarang ini adalah dalam rangka isolasi seperti awal, mandiri di RW, makanya kita dorong itu. Harus digalakkan kembali, termasuk di kantor juga kita sudah melakukan pengurangan," ucapnya.
• Persikabo 1973 Tertarik Jadikan Persib Bandung Lawan Uji Coba dalam Persiapan Menghadapi Liga 1 2020
Update kasus Covid-19 nasional
Jumlah pasien Covid-19 di DKI Jakarta tembus 30.465 orang pada Selasa (18/8/2020), setelah dapat tambahan 513 pasien baru.
Ini adalah jumlah kasus positif terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia, disusul Jawa Timur (28.551), Jawa Tengah (11.793), dan Sulawesi Selatan (11.187).
Sedangkan provinsi di bawahnya punya pasien positif Covid-19 di bawah 10 ribu.
Sebanyak 20.505 pasien Covid-19 di Jakarta sudah sembuh, dan 1.014 pasien meninggal.
Jumlah pasien Covid-19 di Indonesia bertambah 1.673 orang, per Selasa (18/8/2020).
Sehingga, hari ini total ada 143.043 kasus positif. Hal itu seperti dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id.
Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 1.848 orang, sehingga total pasien sembuh ada 96.306 orang.
Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 70 orang, sehingga total ada 6.277 pasien Covid-19 yang meninggal.
• Sinopsis Bioskop TransTV Malam Ini, Sniper: Reloaded yang Berkisah Tentang Misi Pembebasan Petani
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 18 Agustus 2020, dikutip dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 30.465 (21.1%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 28.551 (20.0%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 11.793 (8.3%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 11.187 (7.9%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 8.685 (6.2%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 7.281 (5.1%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 5.820 (4.1%)
BALI
Jumlah Kasus: 4.158 (2.9%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 3.919 (2.8%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 3.432 (2.5%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 3.315 (2.4%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 2.578 (1.7%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 2.481 (1.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 2.364 (1.6%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 2.258 (1.6%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 1.821 (1.2%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 1.746 (1.2%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 1.530 (1.1%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 1.413 (1.0%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 1.217 (0.9%)
ACEH
Jumlah Kasus: 1.069 (0.6%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 1.059 (0.7%)
RIAU
Jumlah Kasus: 1.039 (0.7%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 664 (0.5%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 620 (0.4%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 452 (0.3%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 343 (0.2%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 329 (0.2%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 320 (0.2%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 280 (0.2%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 245 (0.2%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 228 (0.2%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 216 (0.2%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 165 (0.1%).
(*)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kasus Positif Corona Alami Lonjakan, Kota Bekasi Bakal Terapkan Kembali Karantina Wilayah