Rabu, 20 Mei 2026

Mengapa Indonesia Merdeka pada 17 Agustus? Ternyata Ada Alasannya, Soekarno Sempat Menjelaskan

Ada alasan khusus mengapa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Apakah itu? Soekarno pernah membeberkannya.

Tayang:
Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Kemdikbud
Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945. 

Peristiwa Rengasdengklok

(Kompas/JB Suratno)
(Kompas/JB Suratno) 

Bung Hatta (berdiri) ketika menjelaskan lagi pendapatnya tentang saat-saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan di rumah bekas penculiknya, Singgih (baju batik hitam). Tampak dari kiri kekanan: GPH Djatikusumo, D. Matullesy SH, Singgih, Mayjen (Purn) Sungkono, Bung Hatta, dan bekas tamtama PETA Hamdhani, yang membantu Singgih dalam penculikan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok

Ketika tahu Jepang dibom, Soekarno, Moh Hatta, dan Radjiman Wedyoningrat sedang di Dalat, Vietnam.

Setelah mereka tiba di tanah air, Sutan Syahrir langsung mendesak Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Para golongan pemuda dan golongan tua pun mendesak Soekarno menyegerakan proklamasi kemerdekaan.

Para pemuda menginginkan kemerdekaan bukan karena pemberian Jepang.

Pemuda bergegas melakukan penculikan Soekarno dan wakilnya Moh Hatta di Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 dini hari.

Penculikan ini dimaksud untuk menjaga agar Soekarno dan Moh Hatta tak mendapat pengaruh dari Jepang.

Kumpulan Lagu Nasional, Indonesia Raya, Tanah Airku hingga Hari Merdeka Lengkap dengan Link Download

Perdebatan dan detik-detik proklamasi

ISTIMEWA Via Kompas.com
Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Cikini, Jakarta.(-)
ISTIMEWA Via Kompas.com Foto karya Frans Mendur yang mengabadikan Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur, Nomor 56, Cikini, Jakarta.(-) ()

Dikutip dari setneg.com, peristiwa penculikan Rengasdengklok tersebut membuat kecewa Seokarno.

Di sana terjadi perdebatan sengit dengan para pemuda yang diwakili Sukarni.

Soekarno tak mau didesak dan berpegang teguh pada perhitungannya.

Namun Sukarni dan para pemuda lainnya gigih hingga meluluhkan hati Soekarno dan Hatta.

Dalam situasi akhirnya Soekarno memilih mengikuti keinginan para pemuda.

Satu hari sebelum proklamasi Soekarno menyusun naskah proklamasi di kediaman Laksamana Tadashi Maeda, tengah malam.

Di sana, Soekarno, Moh Hatta, dan Ahmad Soebardjo membahas rumusan teks proklamasi.

Sementara golongan tua dan golongan muda berjaga dan menunggu di luar.

Soekarno menuliskan konsep proklamasi itu pada secarik kertas.

Sementara Moh Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan pikiran secara lisan.

Hingga terjadilah pada 17 Agustus 1945 Soekarno membacakan proklamasi di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur No 56.

Acara pembacaan proklamasi terjadi pukul 10.00 WIB.

Pembacaan proklamasi juga diiringi dengan pengirabaran bendera merah putih yang jahit Fatmawati.

Setelah bendera merah putih berkibar, rakyat yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Demikian itulah runutan peristiwa sebelum proklamasi kemerdekaan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved