Selasa, 21 April 2026

Tak Jadi Nelayan Meski Hidup di Bibir Pantai Cidaun, Tapi Malah Sukses Berternak Burung Perkutut

Sejak kecil hidup di pesisir pantai, ia tak memilih menjadi nelayan. Ia malah menekuni hobinya berternak perkutut sejak tahun 1962.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
TRIBUN JABAR/FERRI AMIRIL MUKMININ
Peternakan burung perkutut Ade di pesisir Pantai Cidaun, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. 

"Bagi saya, mendengarkan suara burung sambil duduk menyeduh kopi dan melihat deburan ombak membuat hati tenang," katanya.

Ade mengatakan, selain beternak burung perkutut, saat ini ia juga beternak ayam jantan berbulu jambul di kepalanya.

Ia mengatakan, ayam berbulu jambul di bagian kepala ia bernama ayam kuda.

"Semua keturunan bulu di kepalanya seperti ini, saya beri nama ayam ini ayam kuda," kata Ade.

Ade mengatakan, banyak juga pehobi ayam yang mencari dan membeli ayam kuda miliknya.

"Banyak yang bilang ayam seperti ini juga banyak di kawasan Garut," kata Ade.

Ade mengatakan, sama seperti berternak burung perkutut, berternak ayam kuda juga cukup mudah dan sederhana dalam perawatannya.

Ia mengatakan, kendala yang dihadapi paling pencuri burung dan ayam.

Makanya ia menugaskan istri dan anaknya untuk berjaga di sekitar rumah. Pasalnya suasana rumah di pesisir pantai tempat Ade tinggal belum padat.

Satu rumah dengan rumah lainnnya masih terhalang hamparan sawah atau kebun yang cukup luas. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved