Breaking News:

Rangkaian Ibadah Haji Dimulai, 10 Ribu Jemaah Melakukan Tawaf Kelilingi Ka'bah

Rangkaian ibadah haji dimulai hari ini. Sekitar 10 ribu jemaah mulai melakukan tawaf, mengelilingi Kabah di Masjidil Haram, Arab Saudi.

Editor: Giri
AFP
Pelaksanaan tawaf dalam ibadah haji tahun ini. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Rangkaian ibadah haji dimulai hari ini. Sekitar 10 ribu jemaah mulai melakukan tawaf, mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Arab Saudi.

Tahun ini, Pemerintah Arab Saudi setempat hanya mengizinkan 10 jemaah untuk melakukan ritual tahunan yang wajib bagi umat Islam yang mampu tersebut di tengah pademi virus corona.

AFP menginformasikan, kaum muslimin yang mengenakan masker mengitari situs paling suci Islam dengan tetap menjaga jarak antarmereka untuk mencegah wabah virus corona.

Ibadah haji, satu dari lima rukun Islam dan keharusan bagi umat Islam yang bertubuh sehat setidaknya sekali seumur hidup, biasanya merupakan salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia.

Tetapi hanya hingga 10 ribu orang yang sudah tinggal di kerajaan akan berpartisipasi dalam ritual tahun ini, dibandingkan dengan pertemuan tahun 2019 sekitar 2,5 juta dari seluruh dunia.

Para jemaah haji berjalan ke Masjidil Haram untuk memulai ritual dengan "tawaf" pertama mereka, mengelilingi Kabah, sebuah struktur kubik besar yang terbungkus kain hitam bersulam emas, ke arah mana umat Islam di seluruh dunia berdoa.

Mereka dibawa dalam kelompok-kelompok kecil, berjalan di sepanjang jalan yang ditandai di lantai, sangat berbeda dengan lautan manusia normal yang berputar di sekitar Kabah selama haji.

"Ini adalah perasaan yang tak terlukiskan," kata Mohamed Ibrahim, seorang tukang listrik Mesir berusia 43 tahun yang termasuk dalam jemaah haji tahun ini.

"Rasanya seperti mimpi," kata ayah dari tiga anak, yang tinggal di Madinah yang berdekatan, kepada AFP melalui telepon sebelum memasuki masjid.

Tawaf, yang melibatkan berjalan di sekitar struktur tujuh kali, selesai dalam "catatan waktu", seorang komandan keamanan mengatakan kepada media pemerintah.

Para peziarah melakukan perjalanan Rabu malam ke Mina, distrik lain di Makkah tempat mereka akan bermalam. Itu duduk di sebuah lembah sempit yang dikelilingi oleh pegunungan berbatu, dan ditransformasikan setiap tahun menjadi sebuah perkemahan luas bagi para peziarah.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved