Petugas di Sumedang Temukan 21 Hewan Kurban yang Tak Layak, Ada yang Sakit dan Tak Cukup Umur
Ini penyakit yang ditemukan pada hewan kurban di Sumedang saat diperiksa kgesehatan.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sedikitnya 21 hewan kurban di Kabupaten Sumedang tidak layak dikurbankan karena saat dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan, kondisinya tidak sehat dan tidak cukup umur.
Hingga sepekan menjelang Iduladha, sudah ada 824 hewan kurban yang sudah diperiksa.
Dari jumlah tersebut ada 18 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang kondisinya tidak sehat.
Kepala Bidang Kesehatan Ikan dan Hewan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Diah Siswati mengatakan, untuk 21 hewan kurban yang tidak sehat itu kebanyakan mengalami sakit mata dan diare.
"Kalau cirinya-cirinya (hewan kurban sakit), bulu kusam, lemah, sayu, dan tidak lincah," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (23/7/2020).
Artinya, kata Diah, jika hewan kurban itu kondisinya tidak sehat, dipastikan tidak bisa dikurbankan karena hewan yang layak dikurbankan harus dalam kondisi sehat dan cukup umur.
"Selain harus sehat, hewan kurban tidak boleh cacat. Jadi pemeriksaan juga meliputi kaki, mata, dan tanduk," kata Diah.
Menurutnya, jika hewan kurban mengalami sakit mata, biasanya saat dilakukan pemeriksaan kondisi matanya berwarna merah.
Atas hal tersebut, jika peternak hewan kurban tetap ingin menjualnya, mereka harus melakukan perawatan dulu hingga kondisinya benar-benar sehat.
"Tapi, kemarin berdasrakan hasil pemeriksaan (hewan kurban sakit) jumlahnya memang relatif sedikit," ucapnya.
• 1.000 Ekor Hewan Kurban di Sumedang Ditargetkan Bisa Diperiksa untuk Iduladha Tahun Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petugas-dari-disnakan-kabupaten-sumedang-saat-menunjukkan-sapi-yang-layak-jadi-hewan-kurban.jpg)