Jumat, 8 Mei 2026

Coffee Morning Tribun Jabar

Waspada Penyakit Jantung, Kenali Penyebabnya, Bersama Dokter RS EMC di Coffee Morning Tribun Jabar

Coffee Morning Tribun Jabar bersama RS EMC Tangerang dengan tema "Serangan Jantung dan Pengobatab Penyakit Jantung", Selasa (21/7/2020).

Tayang:
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Coffee Morning Tribun Jabar bersama RS EMC Tangerang dengan tema Serangan Jantung dan Pengobatan Penyakit Jantung, Selasa (21/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kesehatan terlebih saat pandemi Covid-19 menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Salah satu penyakit yang rentan saat pandemi ini adalah jantung.

Penyakit jantung tidak lagi hanya menyerang mereka yang berusia 40 tahun ke atas, tapi kasus penyakit jantung juga sudah cukup banyak ditemukan pada usia muda.

"Saya pernah menangani kasus pasien jantung berusia 23 tahun. Gaya hidup seperti merokok menjadi salah satu pemicu seseorang terkena penyakit jantung. Pasien muda ini ternyata memiliki riwayat merokok sejak sekolah menengah," kata dr Heri Hernawan SpJP FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS EMC Tangerang pada acara Coffee Morning Tribun Jabar bersama RS EMC Tangerang dengan tema "Serangan Jantung dan Pengobatan Penyakit Jantung", Selasa (21/7/2020).

PDAM Bukan untuk Dihujat Tapi Dipikirkan Bersama, Sonny Salimi Hadir di Coffee Morning Tribun Jabar

Menurut dr Heri, penyakit jantung kini bisa menyerang siapa saja.

Hal ini sesuai dengan sebutan penyakit ini yakni silent killer dan masih menempati urutan pertama sebagi penyakit yang bisa menyebabkan kematian.

Dari beberapa jenis penyakit jantung, kata dr Heri, salah satunya yang saat ini juga banyak diderita adalah penyakit jantung koroner.

Ia mengibaratkan jantung adalah sawah dan koroner adalah irigasi yang mengaliri sawah tersebut.

"Jadi ibarat sawah bila irigasinya terhambat, air tidak mengalir ke sawah, maka sawah akan kering dan rusak. Seperti itulah jantung, ketika aliran darah ke jantung terhambat, maka fungsi jantung akan terganggu dan menurun," katanya.

UPDATE Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon, Pasien Positif Berambah Tiga Orang

Ia mengatakan, ada sejumlah faktor risiko penyebab sumbatan di antaranya diabetes melitus, darah tinggi, kolesterol, merokok, dan kurang olahraga.

Faktor-faktor risiko inilah yang seharusnya dihindari.

Namun bila seseorang sudah memiliki riwayat-riwayat tersebut, perlu mewaspadai gejala-gajala adanya sumbatan ke jantung.

"Salah satu gejala adalah nyeri dada, tapi harus paham juga perbedaan antara nyeri dada karena jantung atau karena penyebab lain," katanya.

Khusus nyeri dada akibat jantung, akan terasa di dalam tulang dada dan kadang-kadang seperti terbakar bahkan terkadang seperti tercekik atau tertindih benda berat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved