Esport Makin Digandrungi
Mod e-Sport Arena, Tempat Para Gamer Salurkan Hobi di Jalan Purnawarman, Spek Komputer Jadi Andalan
BAGI penggemar e-Sport, spesifikasi (spek) komputer yang mumpuni menjadi keharusan. Mod e-Sport Arena menyediakan itu untuk memanjakan para gamer.
BAGI penggemar e-Sport, spesifikasi (spek) komputer yang mumpuni menjadi keharusan. Mod e-Sport Arena menyediakan itu untuk memanjakan para gamer.
Mod e-Sport Arena menyadari gamer tidak mau keasyikannya saat bermain terganggu lambatnya kecepatan komputer atau tiba-tiba ngehang karena random access memory (ram)-nya tidak kuat.
Mod e-Sport Arena adalah tempat bermain e-sport di Jalan Purnawarman No. 24-26, Kota Bandung.
Mereka menyediakan komputer yang benar-benar speknya untuk bermain gim.
Bahkan, kata General Affair Mod e-Sport Arena, Martha Wigoeno (40), di Mod e-Sport Arena spek komputernya yang terbaik di Jawa Barat.
Arena e-sport ini berdiri pada Agustus 2020. Mereka menyediakan 90 komputer yang bisa dipakai setiap hari oleh para gamer.

Delapan puluh komputer disimpan di tempat yang luas. Sepuluh komputer lainnya disimpan di dua ruangan khusus. Setiap ruangan berisi lima komputer.
Ruangan tersebut agak terpisah dari tempat lain. Ruangannya berkaca dan mereka menyebutnya ruangan alpa. Adapun ruangan yang berisi 80 komputer disebut ruangan beta.
Ruangan alpa lebih privat karena hanya disisi oleh lima orang. Spek komputernya pun lebih bagus daripada kelas beta. Harga sewanya juga lebih mahal daripada kelas beta.
"Yang mau main sewanya Rp 8.000 per jam untuk kelas beta, dan Rp 12.000 untuk kelas alpa. Ada tarif paket juga," kata Martha.
Martha mengatakan setiap gamer yang bermain di Mod e-Sport Arena tidak boleh merokok.
"No smoking. Yang mau merokok, silakan keluar dulu. Ada ruangan khusus yang disediakan," kata Martha.
Sebelum ada pandemi virus korona, Mod e-Sport Arena buka 24 jam. Namun sekarang bukanya hanya 12 jam, mulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00.

Komputer juga enggak dipakai semua, tapi selang satu.
Menurut Martha, sebelumnya, Mod e-Sport Arena tutup selama tiga bulan.
Arena ini buka lagi setelah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir.
"Rugi, sih, tapi, kan, mengikuti anjuran pemerintah. Sekarang enggak boleh buka 24 jam. Kalau sudah boleh, kami akan buka lagi 24 jam. Sedikit-sedikit kami tutup kerugian itu.
Semoga, next time better," kata Martha.
Rata-rata yang bermain di Mod e-Sport Arena, kata Martha, adalah anak kuliah, yang bekerja, dan anak SMA.
Kelvin Alexander (21) adalah gamer yang sering bermain di sini. Mahasiswa Institut Teknologi Harapan Bangsa ini seminggu bisa main 5 sampai 6 hari. Seharinya bisa empat sampai lima jam.
"Saya sebulan tidak sampai mengeluarkan Rp 1 juta untuk bermain gim. Enggak terasa karena have fun, bareng sama teman," kata Kelvin di Mod e-Sport Arena, Kamis (9/7)
Gim yang sering dimainkan Kelvin adalah DOTA. Dia mengaku main DOTA sejak ada DOTA 1 pada 2010. Di gim ini, katanya, dia bisa belajar improvisasi, skill, strategi, dan refreshing.

E-Sport Hadiahnya Menggiurkan
E-sport semakin berkembang di Bandung. Sekarang, banyak turnamen yang digelar.
Hadianya pun menggiurkan. Totalnya ada yang mencapai Rp 3 miliar.
Kompetisi gim Point Blank masih menjadi satu di antara penyedia hadiah terbesar. Juaranya berhak membawa pulang uang Rp 1 miliar.
"Turnamen Point Blank biasanya diadakan di Jakarta, pesertanya nasional. Biasanya tim, satu tim terdiri dari lima orang," kata Martha Wigoeno (40), General Affair Mod e-Sport Arena, di Mod e-Sport Arena, Jalan Purnawarman No. 24-26, Kamis (9/7).
Tak hanya Point Blank, turnamen-turnamen lain pun bermunculan. Pesertanya bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan. Kategorinya ada yang gim personal computer (PC), mobile, dan console.
"Sekarang turnamen banyak sekali. Karena korona, semua stay at home, semua main lewat online. Kalau hadiah tergantung skala. Tingkat nasional bisa miliaran. Total itu," kata Martha.
E-sport makin digandrungi dan banyak penggemarnya sejak Presiden RI Joko Widodo melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga mendukungnya.

Apalagi cabang olahraga ini dipertandingkan di Asian Games 2018 Jakarta dan SEA Games 2019 di Filipina.
"Setelah yang di atas mulai ngeh, e-sport semakin berkembang," kata Martha.
Menurut Martha, e-sport sudah ramai sejak dia masih bermain gim Counter Strike pada 2000.
Namun, katanya, tidak seramai sekarang. Baru setelah diakui pemerintah, semua orang yang bersinggungan dengan e-sport keluar.
Selama ini, kata Martha, gim yang berkembang ada tiga, ada gim PC, console, dan mobile.
Untuk permainan console, jagoannya ada orang Bandung, namanya Ricky Faidan. "Dia jagoan mainin gim PES (Pro Evolution Soccer)," kata Martha.
Menurut Martha, gim PC sebenarnya sangat ramai sebelum pandemi virus korona. Namun, setelah ada korona, orang-orang yang harus tinggal di rumah dan beralih bermain gim telepon genggam.
• Turnamen e-Sport Hadiahnya Bisa Miliaran, Satu di Antaranya Game Point Blank
• Digital Motosport Kurang Peminat, Pengprov IMI Prihatin, Pemainnya Kalah Banyak dari Mobile Legend
• IeSPA Gelar Turnamen Indonesia e-Sport Championship, Pesertanya dari 21 Provinsi
Martha mengatakan, di Bandung belum ada barometer gim mana yang paling populer. Tapi kalau di Jawa Barat, katanya, masih PUBG dan Mobile Legend.
Namun, kata Martha, kalau ingin tahu gim mana yang populer, bisa dilihat dari komunitasnya.
"Sekarang anggota komunitas Mobile Legends dan PUBG banyak. Itu di mobile. Kalau di PC masih DOTA dan Point Blank. Di console ada PES dan Taken," kata Martha.
Di Bandung, kata Martha, banyak muncul pemain-pemain e-sport. Namun, menurutnya, para pemain asal Bandung ini lebih banyak memperkuat klub-klub di Jakarta.
Klub-klub itu mulai bermunculan sekitar enam tahun lalu. Mereka memiliki manajemen yang mewadahi semua pemain e-sport.
Dalam satu klub itu, ada yang main DOTA, PUBG, Mobile Legend, atau yang lainnya. (januar ph)