Breaking News:

Grab Siap Aktifkan Aplikasi Angkut Penumpang, Tapi Masih Tunggu Arahan dari Pemkot Bandung

Grab sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mengaktifkan kembali layanan mengangkut penumpang.

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Partner Engagement Strategy Lead Grab Indonesia Jawa Barat, Mawaddi Lubby (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Partner Engagement Strategy Lead Grab Indonesia Jawa Barat, Mawaddi Lubby, sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk mengaktifkan kembali layanan mengangkut penumpang.

Grab sebagai aplikator, kata dia, sudah berupaya memenuhi semua syarat yang diberikan pemerintah kepada aplikator. Saat ini, pihaknya dalam posisi menunggu arahan dari Pemerintah Kota Bandung.

"Pada prinsipnya kami sudah penuhi administrasi yang disyaratkan oleh pemerintah. Surat pun sudah kirimkan setelah itu kami menunggu arahan kembali pengaktifan layanan penumpang," ujar Mawaddi, saat dihubungi, Senin (13/7/2020).

Pihak Grab sudah dua kali bertemu dengan Pemerintah Kota Bandung untuk membahas bagaimana penerapan protokol kesehatan dari pihak aplikator jika layanan mengangkut penumpang diaktifkan lagi.

Pelaku Pencabulan 305 Anak Tewas, Sebelumnya Mencoba Bunuh Diri dengan Lilitkan Kabel di Sel

Semua syarat, kata Mawaddi, seperti sosialisasi kepada mitra soal penerapan protokol kesehatan serta menggunakan sekat pelindung plastik pun sudah disanggupi dan ditandatangani langsung oleh pihak aplikator.

"Segala macam permintaan atau aturan sudah kami penuhi. Adapun syarat protokol nya sesuai dengan Perwal Nomor 37 Tahun 2020, kami sudah kirimkan dan berdasarkan surat dari Ditjen Perhubungan Darat seperti sosialisasi untuk mitra, lalau syarat lain di situ sekat pelindung plastik sudah kami lampirkan dalam pemohonan bahwa kami bersedia oenuhi hal tersebut secara bertahap," katanya.

Perihal rapid test terhadap mitra yang diwajibkan pemerintah, kata dia, sudah dicabut dan dikembalikan kepada kebijakan aplikator.

"Dalam hal ini kami ikuti arahan pemerintah, kalau memang tidak wajib kembali tentunya kami adakan sesuai kebutuhan saja kalau ada. Ini bukan menjadi syarat lagi sebetulnya," ucapnya.

Efektivitas Sanksi Denda Tak Pakai Masker Dipertanyakan, DPRD Bandung: Harus Disertai Sosialisasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, ojek online sudah diizinkam beroperasi mengangkut penumpang seperti biasa.

Baim Wong Kesal Dijelekin Sepupu yang Lupa Namanya Tiba-tiba Mau Pinjam Uang, Papanya Ikut Komentar

"Sebetulnya, dari hasil ratas kemarin itu mereka (ojol) sudah diperbolehkan mengangkut penumpang. Di dalam perwal hasil ratas (rapat terbatas) itu kan disampaikan. Kenapa hal ini tidak menjadi informasi yang dipakai oleh mereka. Bukan masalah mereka sekarang melakukan demo dan sebagainya, tapi saya hanya menyayangkan saja. Kalau membaca isi berita hari Sabtu, seharusnya mereka tidak perlu datang ke sini," ujar Ema, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (13/7/2020). (*)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved