Tunggak Honor Awak Ambulans 3 Bulan, Hari Ini Dinkes Garut Janji Bayar

Honor dan insentif para awak ambulans Public Safety Center (PSC) 119 Garut hari ini dipastikan cair.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Ichsan
Kompas.com/Amriza Nursatria Hutagalung
Ilustrasi pasien corona dijemput ambulans 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Honor dan insentif para awak ambulans Public Safety Center (PSC) 119 Garut hari ini dipastikan cair. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Maskut Farid.

Sebelumnya, para awak ambulans yang menangani pasien Covid-19 belum mendapat honor selama tiga bulan. Mereka juga mengeluhkan soal tak adanya anggaran untuk BBM mobil ambulans.

"Hari ini kami bayar. Secepatnya akan dibayarkan," ujar Maskut, Jumat (10/7/2020).

Maskut menyebut terjadi kesalahan komunikasi di internalnya yang menyebabkan tertundanya pembayaran honor PSC 119. Uang untuk membayar honor awak ambulans sebenarnya sudah tersedia.

Kabar Terbaru Deden Natshir Setelah Satu Tahun Menderita Cedera Patah Tulang, Kala Persib Vs Persija

"Bendaharanya belum mengecek rekening jadi tidak tahu ada uang masuk. Jadi seolah-olah lama, hanya mis komunikasi saja," katanya.

Mengenai tak adanya anggaran BBM untuk ambulans, Maskut juga membantahnya. Ia memastikan operasional ambulans masih berjalan.

"Enggak ada (ambulans tak operasional). Anggaran untuk itu (BBM) juga ada," ucapnya.

Sebelumnya, operasional ambulans 119 yang bertugas melayani pasien Covid-19 terancam terhenti. Pasalnya biaya operasional bahan bakar minyak atau BBM tak kunjung cair.

Tak hanya itu, para tenaga medis dan petugas ambulans belum mendapat honor. Bahkan insentif selama tiga bulan juga masih ditunggak Pemkab Garut.

Agus Mulyana, salah seorang petugas medis mengaku sudah tak mempunyai uang. Padahal hampir setiap hari ia harus mengangkut para pasien yang diduga terjangkit virus corona.

Tempat Karaoke dan Bioskop di Sumedang Rencananya Dibuka Agustus 2020, Sudah Ada SOP-nya

"Hak kami sudah tiga bulan tidak cair. Buat kasih uang ke keluarga sudah sulit," kata Agus yang biasa berjaga di halaman Pendopo Garut, Kamis (9/7/2020).

Ia meminta pemerintah segera mencairkan anggaran BBM. Termasuk pembayaran honor dan insentif bagi awak ambulans. Jika tak dibayarkan, bisa jadi operasional ambulans terhenti.

Dalam penanganan Covid-19, Pemkab Garut menggelontorkan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 234 miliar.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved