Kisah Entis, Warga yang Temukan Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Lakukan Hal Ini di Sumber Mata Air

Dialah yang menemukan Afrizal, setelah pendaki asal Desa Cigarungsang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut itu dinyatakan hilang.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Kolase (Pixabay dan TribunJabar.id)
Entis Sutisna (61), warga yang sehari-hari berjaga di parkiran kendaraan di pos pendakian awal Gunung Guntur, Garut, di Kampung Citiis, berjasa besar dalam ditemukannya Afrizal Putra Martian (16). 

Itu merupakan bentuk tanggung jawab lantaran selama ini dia ikut mengais rezeki dari para pendaki.

Tak hanya itu, dia juga khawatir.

Jalur pendakian menuju Gunung Guntur, Kamis (24/8/2017). Para pendaki Gunung Guntur mengeluhkan pungutan liar yang sering terjadi oleh warga sekitar saat akan mendaki.
Jalur pendakian menuju Gunung Guntur, Kamis (24/8/2017). Para pendaki Gunung Guntur mengeluhkan pungutan liar yang sering terjadi oleh warga sekitar saat akan mendaki. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Jika Afrizal tak kunjung ditemukan, dia khawatir Gunung Guntur ditutup.

Adapun saat ikut melakukan pencarian, Entis melewati jalur pendakian berbeda dengan tim pencarian yang lain.

Dia berangkat pada pukul 06.00.

Sesampainya di dekat sumber mata air yang dikenal dengan nama Cikoleh, Entis sempat beristirahat karena kelelahan.

Di sana, dia juga sempat berdoa agar korban ditemukan.

Setelah itu, Entis sempat berteriak-teriak memanggil nama korban.

"Alhamdulillah ada jawaban," katanya.

Misteri Hilangnya Pendaki di Gunung Guntur Garut, Ingat Tidur di Tenda, Ditemukan Nyaris Telanjang

Mendengar ada jawaban dari teriakan panggilannya, Entis bersama dua warga lainnya langsung mencari korban.

Akhirnya, korban ditemukan berada di dekat batu besar.

Kondisi korban berada di dekat batu besar dalam keadaan nyaris telanjang, hanya mengenakan celana dalam.

Untuk memastikan, Entis lalu bertanya dan menanyakan nama korban.

Ternyata benar, orang ditemukannya itu adalah Afrizal.

Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Guntur sejak Kamis (28/9/2019) siang. Hingga Jumat (29/9/2018) siang, petugas masih berupaya memadamkan api.
Kebakaran terjadi di kawasan Gunung Guntur sejak Kamis (28/9/2019) siang. Hingga Jumat (29/9/2018) siang, petugas masih berupaya memadamkan api. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Entis langsung memeluknya dan memberi pakaian.

"Kata korban, dia tidak tahu kenapa bisa sampai ada di situ. Dia hanya ingat sedang tidur dalam tenda sama temannya," katanya.

Entis mengatakan, peristiwa seperti ini bukanlah yang pertama terjadi di Gunung Guntur.

Sepuluh tahun yang lalu ada kejadian serupa.

"Sepuluh tahun lalu pernah kejadian seperti ini, ketemu setelah empat hari, sama kondisinya saat ditemukan juga hampir telanjang," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved