ADA FLU BABI JENIS BARU, Sedang Diawasi Ketat, Potensi Pandemi Seperti Covid-19, WHO Beri Penjelasan
Dunia kini dikhawatirkan dengan munculnya flu babi jenis baru yang berpotensi pandemi seperti virus corona. WHO sebut sedang mengawasi ketat.
Dunia kini dikhawatirkan dengan munculnya flu babi jenis baru yang berpotensi pandemi seperti virus corona
Seperti halnya Covid-19, flu babi atau dikenal virus G4 ini ditemukan di Cina, awalnya dari babi menular ke manusia
WHO menyebut flu babi ini bukan hal baru, sudah bertahun-tahun diawasai dan kini dalam pengawasan ketat
//
TRIBUNJABAR.ID - Adanya flu babi jenis baru yang ditemukan oleh para peneliti China, di mana disebutkan dapat meluas menjadi pandemi mendapatkan sorotan.
Virus yang dinamai G4 ini secara genetik merupakan turunan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009 lalu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa flu babi tersebut bukanlah hal baru dan sedang dalam pengawasan ketat.
• Data Terbaru Covid-19 di Indramayu, ODP Virus Corona Sudah Tembus 1.188 Orang
"Ini bukan virus baru. Virus ini sedang diawasi," kata Direkrut Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Dr Michael Ryan seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (2/7/2020).
Menurut dia, ini merupakan temuan dari pengawasan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Ryan mengungkapkan, virus influenza babi H1N1 yang mirip unggas Eurasia telah diawasi oleh otoritas China dan oleh jaringan pengawasan influenza global di seluruh dunia dan pusat-pusat kerja sama WHO.
"Sudah di bawah pengawasan sejak 2011. Publikasi terbaru adalah publikasi dari semua data pengawasan dari waktu ke waktu dan jelas melaporkan baik tentang evolusi virus ini dalam populasi babi tapi juga dalam hal paparan pekerjaan kepada pekerja dari waktu ke waktu," katanya lagi.
Diminta tetap waspada
Lebih lanjut, sebuah tim peneliti China telah memeriksa virus influenza yang ditemukan pada babi dari tahun 2011 hingga 2018.
Menurut studi baru yang diterbitkan oleh jurnal AS, Proceeding of the National Academy of Sciences (PNAS), peneliti menemukan bahwa varian genotipe 4 virus H1N1 yang menyerupai burung Eurasia (G4 EA H1N1).
Ryan menegaskan, pihaknya terus waspada dan melakukan pengawasan terhadap virus ini.