Ada Benda Mirip Kapal Perang Karam di Sukabumi Terekam Google Maps, Satpolair Akan Cek ke Lokasi
Polair Polres Sukabumi akan mengecek lokasi kapal karam di Cisolok yang ada di Google Maps.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: taufik ismail
"Ya betul, itu sebenarnya kalau nelayan lokal, khususnya nelayan Cikembang nyebutnya itu badong (bangkai kapal), dari dulu emang itu suka untuk mancing," ujar Bah Goong kepada wartawan, Sabtu (20/6/2020).
Menurutnya, keberadaan bangkai kapal tersebut sudah ada sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu.
"Kalau informasi dari dulu juga sudah ada, sudah lama ini ya, cuman beda ini aja kalau nelayan sini bilangnya badong, tapi untuk kapal jenisnya apa atau bagaimana kurang begitu paham," ucapnya.
Saat ini lokasi kapal karam tersebut menjadi spot mancing atau menangkap ikan yang dilakukan oleh nelayan setempat.
"Kalau kami bawa tamu mancing ya dibawa ke situ, ke badong itu," ucapnya.
Bah Goong mengatakan, bangkai kapal tersebut tidak terlihat dari permukaan air laut.
Ia menyebutkan, kapal berada di kedalaman sekitar 40 meter dari atas permukaan laut dan berjarak 1,5 kilometer dari pesisir pantai.
"Kedalamannya sekitar kedalaman 40, 50 meter lah, kalau jarak tempuh dari darat sekitar 15 menit nyampe sih," katanya.
Ia mengaku, mengetahui keberadaan bangkai kapal tersebut dari tahun 2017.
Ia diberi tahu oleh sesepuh nelayan setempat.
"Dulu 2017 saya sudah sama teman-teman udah pernah bikin rumpon di situ, istilahnya kasih titik gitu, itu hasil petunjuk dari sesepuh-sesepuh nelayan," ujarnya.
Ia juga mengatakan, ukuran kapal tersebut sangat besar, panjang kapal mencapai sekitar 100 meter.
"Itu kapal besar ya, karena kalau bangkai, untuk istilah badong itu bisa untuk spot mancing, untuk rumah ikan, kalau kapal-kapal kecil gak mungkin apa ya, sama arus bawah laut pasti ilang. Ini kemungkinan kapalnya sekitar 100 meteran lah panjangnya. Lokasi tersebut menjadi salah satu spot mancing ikan favorit nelayan," ujarnya.
• Tafsir Kalender Suku Maya Minggu 21 Juni Kiamat, Berikut Penjelasan MUI Soal Kiamat dan Keimanan