Jumat, 17 April 2026

Uji Klinis Obat Covid-19 di Indonesia Sudah Dilakukan, Selesai Agustus

Banyak pihak berlomba-lomba mencari obat untuk menyembuhkan orang yang terpapar virus corona. Indonesia, seperti negara-negara lain tengah berusaha.

Editor: Giri
Tribunnews.com
Ilustrasi vaksin corona 

TRIBUNJABAR.ID - Banyak pihak berlomba-lomba mencari obat untuk menyembuhkan orang yang terpapar virus corona. Indonesia, seperti negara-negara lain juga tengah berusaha menemukan obat atau vaksin virus corona.

Setelah bekerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan dan Cina untuk uji coba vaksin, Indonesia juga berusaha membuat obat untuk meredam virus corona dari tanaman herbal.

Perusahaan obat milik pemerintah atau BUMN, PT Kalbe Farma Tbk disebut-sebut akan memproduksi obat Covid-19.

Kedua obat itu akan mengikuti uji klinis yang dikoordinasikan oleh konsorsium Covid-19 Ristek/BRIN sebelum diproduksi secara masal. 

Pelaksanaan uji klinis dimula 8 Juni 2020 dan diperkirakan akan selesai di Agustus 2020.

Karyawan mendapat pelatihan di Kalbe Learning Center, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (6/2/2020). Kalbe Learning Center bertujuan mengembangkan sumber daya yang kompeten dalam meningkatkan mutu dan menghasilkan produk obat yang berkualitas.
Karyawan mendapat pelatihan di Kalbe Learning Center, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (6/2/2020). Kalbe Learning Center bertujuan mengembangkan sumber daya yang kompeten dalam meningkatkan mutu dan menghasilkan produk obat yang berkualitas. (KONTAN/Baihaki)

Obat virus corona tersebut adalah obat herbal biodiversitas Indonesia sebagai produk imunomodulator herbal dalam penanganan pasien Covid-19.

Dua obat virus corona dari Kalbe Farma ini berbahan dasar Cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak empon-empon yang terbuat dari ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto, dan sembung.  

 

Kalbe telah memiliki produk berbasis bahan baku jamur Cordyceps militaris.

Proses kultur jaringan, ekstraksi sampai dengan pembuatan produk berbasis jamur Cordyceps militaris dilakukan di Indonesia.

Jamur Cordyceps dipercaya dapat menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengobati gangguan pernapasan.

Sebagai tanaman obat tradisional, Cordyceps mengandung banyak nutrisi, seperti protein, asam amino esensial, peptida, vitamin (B1, B2, B12, E, K), asam lemak, dan mineral serta zat aktif cordycepin dan adenosine.

Produk lain yang diujikan dalam uji klinis itu berasal dari kombinasi herbal yang berbahan dasar ekstrak jahe merah, meniran, sambiloto dan sembung. 

Bahan-bahan herbal alami Indonesia itu yang telah dipercaya mampu menjaga daya tahan tubuh tubuh.  

Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19.
Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19. (POOL/REUTERS)

“Kami melakukan kajian literatur terhadap produk herbal unggulan yang memiliki efektifitas, keamanan, dan memiliki nilai konten lokal serta ketersediaan bahan baku,” ujar Sie Djohan, Direktur PT Kalbe Farma Tbk pada Kamis (11/6/2020), dikutip dari laman Kontan.co.id.

Diharapkan, produk herbal itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam membantu memperkuat imunitas tubuh dan bermanfaat untuk dapat tetap produktif di saat new normal.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved