Lawan Covid, RS Advent Bandung Lakukan Rapid Test kepada Jajaran Polsek Sukajadi dan Polsek Coblong

RS Advent Bandung memberikan pelayanan berupa pemeriksaan rapid test kepada para petugas kepolisian di Polsek Sukajadi dan Polsek Coblong

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
RS Advent Bandung melakukan Rapid Test yang dilakukan oleh petugas layanankepada belasan personel Polsek Sukajadi dan Polsek Coblong, Kamis (11/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai upaya membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, RS Advent Bandung memberikan pelayanan berupa pemeriksaan rapid test kepada para petugas kepolisian di Polsek Sukajadi dan Polsek Coblong, Kamis (11/6/2020).

Direktur Utama RS Advent Bandung, Dr. Roy David Sarumpaet, dr. Sp. THT-KL, MMRS, mengatakan, pemberian layanan tersebut disebabkan, karena para petugas tersebut memiliki resiko potensi terpapar covid-19 cukup besar karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam pemberian pelayanan.

Selain kepada para petugas kepolisian, lanjutnya, layanan ini pun diberikan kepada para aparatur negara di tingkat kecamatan, serta para pemuka agama yang akan kembali memimpin jamaah dalam melakukan kegiatan peribadahan, terlebih pemerintah telah mamastikan kembali dibukanya seluruh kegiatan ibadah di tempat peribadahan.

Ridwan Kamil Apresiasi Karantina di Kampung Baeud, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut

"Dengan dilakukannya rapid test ini, kami ingin membantu pemerintah dalam memutus rantai penularan, sekaligus memberikan ketenangan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan dari pemerintah, serta melakukan ibadah setelah kembali di bukanya sejumlah tempat peribadahan pasca penutupan selama masa PSBB," ujarnya saat ditemui di RS Advent Bandung. Kamis (11/6/2020).

Roy menuturkan, layanan pemeriksaan Rapid test ini di alokasikan bagi 150 personel kepolisian dan 150 orang pemuka agama di Kota Bandung. Dengan upaya tersebut, dirinya bersharap RS Advent Bandung dapat terus berkolaborasi dan menjadi mitra dari Pemerintah dan masyarakat dalam upaya menanggulangi masalah pandemi covid-19.

"Saat ini, kita semua tidak dapat mengetahui siapa-siapa diantara kita yang ODP, PDP, maupun OTG, karena tidak dapat dibuktikan secara kasat mata dan diperlukannya pemeriksaan rapid test hingga PCR atau swab test. Apalagi, saat seseorang berbicara tanpa masker, berpotensi menularkan sekitar 30-50 virus per menit, terlebih bila dia batuk atau bersin maka resiko menularkannya lebih besar lagi," ujar Roy.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tasikmalaya Gelar Rapid Test di Pasar Induk Cikurubuk

Sementara itu Kapolsek Sukajadi, Kompol Marsellinus Firdaus SH MH mengapresiasi langkah yang dilakukan RS Advent Bandung dalam membantu pihaknya untuk tetap sehat dan mencegah terjadinya penularan covid-19 di jajaran petugas kepolisian di lingkungan Polsek Sukajadi.

"Hari ini jumlah peserta rapid test di kami (Polsek Sukajadi) sebanyak 15 orang dan hasilnya semua negatif terpapar covid-19. Meski rapid test ini merupakan yang pertama Polsek Sukajadi, namun upaya ini menjadi sangat penting bagi kami, terlebih kami selalu berinteraksi langsung dalam pemberian pelayanan bagi masyarkat," ujarnya di Polsek Sukajadi. Kamis (11/6/2020).

Selain itu menurutnya, dengan dilakukannya pemeriksaan ini memastikan rasa aman dan nyaman bagi sesama anggota dan juga masyarakat. Oleh karenanya, Kompol Marsellinus pun mengajak seluruh pihak terutama masyarakat untuk sama-sama menjaga diri dari potensi penularan covid-19, melalui perilaku hidup bersih dan sehat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Dalam menghadapi kondisi new normal, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama dengan Polri memutus mata rantai penularan covid-19, dengan senantiasa memakai masker, selalu mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas, serta mentaati anjuran pemerintah untuk physical distancing. Dengan kolaborasi tersebut, mudah-mudahan kita bisa segera menuntaskan masalah covid-19 di Indonesia," katanya. (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved