Breaking News:

Mengenai Salat Berjemaah untuk Umum, DKM Masjid Raya Bandung Tunggu Keputusan Provinsi

Pihak Masjid Raya Bandung belum memutuskan melaksanakan salat Jumat berjemaah dan salat lima waktu untuk umum.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Baliho berisi maklumat berkaitan dengan penanganan wabah virus corona yang terpasang di salah satu sudut Masjid Agung Bandung, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pihak Masjid Raya Bandung belum memutuskan melaksanakan salat Jumat berjemaah dan salat lima waktu untuk umum. Meski, saat ini sudah ada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di Kota Bandung.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Bandung, Muchtar Gandaatmaja, mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial (Yanbangsos) Provinsi Jawa Barat, perihal izin menggelar salat Jumat dan salat lima waktu berjemaah.

"Kami harus bersabar. Perwal Kota Bandung dengan kemarin perpanjangan PSBB Gubernur ini kontra, enggak? Ini lagi saya tembus ke Kabiro Yanbangsos. Kalau kami menyelenggarakan mengikuti sesuai dengan perwal asal tidak lebih dari 30 persen kapasitas yang ada, bagaimana? Nah, ini belum (ada jawaban)," ujar Muchtar saat dihubungi, Senin (1/6/2020).

Dalam Pergub Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pendoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Daerah Kota/Kabupaten pada pasal 14 ayat 4 dituliskan bawah untuk daerah yang masuk level tiga (cukup berat), tempat ibadah dilakukan pembatasan jumlah jemaah maksimum 30 persen dari kapasitas tempat ibadah.

Pun demikian dalam Perwal Nomor 32 Tahun 2020 pasal 12 ayat 1, dituliskan bahwa selama pemberlakukan PSBB, pelaksanaan kegiatan peribadatan dapat dilakukan di rumah ibadah dan atau di tempat tertentu dengan ketentuan memperhatikan protokol kesehatan dan membatasi kapasitas jemaah paling banyak 30 persen dari kapasitas rumah ibadah atau tempat tertentu.

"Pak Wali Kota di perwal tidak menyebutkan zona mana saja yang boleh dibuka. Misalnya, bahwa Masjid Raya itu zona biru. Tapi kan sifatnya perwal ini umum dan tidak menyebutkan zona merah, hijau, dan lain-lain, pokoknya di Kota Bandung rumah ibadah boleh dibuka. Nah, itu agak berat juga, karena di Masjid Raya itu banyak yang transit, banyak pedagang, pendatang gitu, kan. Masjid Raya tidak ada penduduk asli sekitar sini, umumnya mereka kan pegawai kantor atau pengusaha," katanya.

KUA di Kuningan Batasi Peristiwa Akad Nikah Selama Pandemi Covid-19, Sehari Maksimal 8 Pasangan

Secara geografis, kata dia, Masjid Raya Bandung ini masuk di Kota Bandung. Tapi, kewenangan tetap ada di provinsi.

"Saya kirim (perwal) ke Kabiro Yansos Provinsi, kalau jawaban mereka harus mengikuti protokol provinsi, ya, saya enggak bisa apa-apa karena masjid ini di wilayah kewenangan Yansos Provinsi Jabar," ucapnya.

Sebagai persiapan, kata dia, saat ini di Masjid Raya Bandung sudah dipasang garis batas antara satu jemaah dengan jemaah lainnya. Normalnya, kata Muchtar, Masjid Raya Bandung dapat menampung hingga 15 ribu jemaah.

Egy Maulana Vikri Masuk Skuat, Lechia Gdansk Menang Dramatis

"Ini sudah dua hari kemarin dan sekarang lagi dipasang. Besar ini masjid, berkali lipat Masjid Al-Ukhuwah, kapasitasnya kan kalau Jumat itu 15 ribu. Bagaimana mengatur orangnya, (kalau 30 persen) hanya 4.500 yang boleh dipakai. Nanti kalau meledak mereka ke sini dan bawa gerombolan, mau bagaimana kami menyekat-nyekatnya," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved