Lebaran dan Labirin

Mampukah kita bersabar melalui ujian labirin kehidupan di momen Lebaran ini

Lebaran dan Labirin
dokumentasi pribadi
Hedi Ardia

TRIBUNJABAR.ID - Sebentar lagi seluruh umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idulfitri yang dalam terminologi lokal disebut Lebaran.

Lebaran identik dengan ritual saling berbagi dan silaturahim untuk menyambung tali keakraban yang terputus atau merapatkan persaudaraan.

Namun, pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal kehidupan sosial manusia.

Ruang-ruang kehidupan dilakukan pembatasan demi kemaslahatan.

Lebaran kali ini dipastikan tak ada semarak mudik, salat Id berjemaah di masjid, dan tak ada silaturahmi fisik.

Bahkan, untuk silaturahim dengan menemui kerabat dan tetangga yang biasanya mendatangi rumah disarankan cukup dilakukan secara daring (online).

Silaturahim atau halal bihalal diimbau cukup dilakukan melalui media sosial dan konferensi video.

Lebaran

Lebaran berasal dari  kata lebar yang maksudnya agar di hari raya kita harus berdada lebar atau lapang dada untuk meminta dan sekaligus memberi maaf kepada sesama.

Maaf diambil dari kata ‘afa yang berarti menghapus.        

Halaman
1234
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved