Minggu, 19 April 2026

VIDEO 7 Air Terjun Panas 'Keajaiban' Sukasirna, Debit Air Panas Terbesar di Cianjur

Karena khasiat tersebut warga setempat menyebutnya dengan tujuh keajaiban air terjun panas Desa Sukasirna.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: yudix

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam menuju selatan Cianjur sampailah di sebuah pertigaan dimana terdapat petunjuk wisata tujuh air terjun panas tepatnya di Kampung Sindangrama, Desa Sukasirna, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur.

Suasana perkampungan nan asri langsung terasa, kanan kiri tegakan pohon hijau berderet hingga sampailah di pintu gerbang kampung di mana terdapat tujuh air terjun panas yang menurut cerita warga memiliki khasiat berbeda-beda untuk tubuh.

Karena khasiat tersebut warga setempat menyebutnya dengan tujuh keajaiban air terjun panas Desa Sukasirna.

Pengunjung Gratis Masuk Wisata Quran di Kiaracondong Bandung, tapi Ada Syaratnya . . .

Tujuh air terjun panas ini memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Namun semuanya jernih dan panas. Seorang kuncen air terjun panas, Pandi (62), mengajak ke atas bukit dengan menapaki semak dan jalan tanah setapak untuk mengetahui tempat keluarnya air panas.

Air panas tersebut keluar dari bebatuan keras. Pandi sempat mengukur dengan bambu berapa kedalaman sumber air panas tersebut, namun hingga kini ia belum bisa mengukur karena tak ada alat yang lebih panjang karena dalam ada kelokan dan terbatasnya alat.

Objek wisata tujuh air terjun panas tepatnya di Kampung Sindangrama, Desa Sukasirna, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur.
Objek wisata tujuh air terjun panas tepatnya di Kampung Sindangrama, Desa Sukasirna, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur. (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Air panas ini keluar begitu saja dari dalam batu di puncak bukit menuruni batu dan terjun ke sungai Sindangrama.

Saat coba disentuh, di bagian tempat keluarnya air terasa begitu panas berbeda dengan di bagian hilir dan air terjun. Kendati begitu panas, karakter dari bau belerang tak begitu menyengat.

"Seingat saya waktu itu tahun 1950 saya diajak teman untuk mandi di sini, air terjun ini sudah lama ada, menurut cerita orang tua turun temurun air terjun ini berkhasiat," ujar Pandi, saat menjelaskan lokasi air terjun, Minggu (17/5/2020).

Pandi mengatakan, warga yang datang rata-rata dengan keluhan penyakit gatal, pegal-pegal, masalah kejantanan pria, sampai dengan yang lumpuh.

"Dulu banyak sekali saung-saung tempat warga menginap di sekitar air terjun, sekarang ditata menjadi gazeebo dan disewakan Rp 10 ribu untuk warga beristirahat," kata Pandi.

Hanif Sjahbandi Pernah Buat Sepatu Febri Robek, Kok Bisa? Begini Penuturan Gelandang Persib Ini

Suasana pemandian air atau tempat berendam masih sangat sederhana. Hanya ada satu bak berbentuk sebuah bak persegi panjang dengan kedalaman sekitar lutut orang dewasa untuk berendam.

Sisanya masih alami dan banyak yang berendam air panas di sungai. Sebuah pohon caring in besat yang dililit denfan phone Laura sealant menjadi peneduh warga yang berendam di air terjun panas ini.

Pandi mengatakan, meski masih sangat sederhana dan alami, jika hari raya tiba maka tempat ini akan ramai dipadati oleh pengunjung lokal.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved