Pengunjung Gratis Masuk Wisata Quran di Kiaracondong Bandung, tapi Ada Syaratnya . . .

Para pengunjung tidak membayar tiket alias gratis untuk masuk ke Wisata Quran di Kiaracondong, Kota Bandung.

Istimewa
Siswa dan siswi SMPIT Raflesia saat berkunjung ke Wisata Quran. Mereka berkeliling melihat langsung proses produk Al-Qur’an mulai dari desain, cetak, sampai tahap pengemasan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Para pengunjung tidak membayar tiket alias gratis untuk masuk ke Wisata Quran di Kiaracondong, Kota Bandung.

Pengelola hanya menyediakan paket-paket khusus jika pengunjung menginginkan suvenir khas dari Wisata Al-Qur'an.

Dalam laman mereka, disebutkan ada dua paket yang tersedia, yakni paket satu yang berisi pin Wisata Quran, Al-Qur'an terbitan Syaamil Quran ukuran kecil, goodie bag spesial Wisata Quran. Paket tersebut harganya Rp 60.000.

Adapun paket dua berisi pin Wisata Quran, Al-Qur'an terbitan Syaamil Quran ukuran sedang, dan goodie bag spesial Wisata Quran. Paket tersebut harganya Rp 105.000.

"Untuk paket-paket tersebut kami tidak mewajibkan kepada pengunjung. Kami juga membuka toko bila pengunjung ingin membeli hasil produksi kami," kata Apud Saepudin, Marketing & Communication GM Syaamil Quran, kepada Tribun Jabar melalui wawancara tertulis, Rabu (13/5/2020).

Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapatkan penjelasan dari Chairman Syaamil Group Riza Zacharias terkait pembuatan Al-Qur'an saat berkunjung ke Wisata Quran, Jalan Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong, Kota Bandung.
Ustaz Abdul Somad (UAS) mendapatkan penjelasan dari Chairman Syaamil Group Riza Zacharias terkait pembuatan Al-Qur'an saat berkunjung ke Wisata Quran, Jalan Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong, Kota Bandung. (Istimewa)

Menurut Apud, siapa pun boleh datang ke sana, namun harus rombongan minimal 25 orang. Sebelumnya harus mengirimkan surat permohonan kunjungan atau bisa juga via daring untuk penyesuaian jadwal.

"Kunjungan ke Wisata Quran jadwalnya hanya Rabu dan Kamis. Terbagi dua sesi per hari," kata Apud.

Wisata Quran berada di Jalan Babakan Sari 1 No. 71 Kiaracondong, Kota Bandung. Diresmikan oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, 12 Agustus 2019.

Tempat ini ditutup sementara untuk mengikuti protokol pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan di Bandung untuk mencegah penyebaran virus korona.

"Sekarang tutup, ikut anjuran pemerintah, kami semua WFH (work from home), kecuali yang piket," kata Apud. (januar ph/*)

Penulis: Januar Pribadi Hamel
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved